KABAR MADURA | Direktur Islamic Boarding School (IBS) Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) Pamekasan Achmad Muhlis menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kinerja Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Tri Yulianto, yang berhasil mengungkap dan menangkap pelaku penjambretan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Apresiasi itu disampaikan sebagai bentuk pengakuan moral dari lembaga pendidikan terhadap kerja aparat penegak hukum dalam menjaga keselamatan masyarakat.
Muhlis menilai, keberhasilan Polres Pamekasan menangani kasus kejahatan yang merenggut nyawa merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi warga serta memulihkan rasa aman publik.
“Keamanan sosial adalah prasyarat utama berlangsungnya pendidikan yang bermartabat. Ketika aparat mampu bertindak cepat dan profesional dalam kasus kejahatan berat, itu bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga pemulihan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Dia menegaskan, lembaga pendidikan, terlebih yang berbasis nilai keagamaan, memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung penegakan hukum yang adil dan berkeadaban. Ungkapan apresiasi kepada Kapolres Pamekasan ini, kata dia, bukan dimaknai sebagai pujian personal, melainkan peneguhan bahwa institusi negara bekerja sesuai harapan masyarakat.
Keberhasilan pengungkapan kasus itu juga dipandang penting dalam memulihkan kondisi psikologis masyarakat. Kejahatan yang berujung kematian kerap menimbulkan trauma kolektif, rasa takut, serta kegelisahan sosial. Dalam konteks itu, apresiasi dari tokoh pendidikan dinilai dapat menenangkan publik sekaligus menumbuhkan kembali kepercayaan terhadap proses hukum.
“Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa keadilan sedang ditegakkan dan negara hadir. Ini penting agar masyarakat tidak terjebak pada penghakiman massa atau kekerasan balasan,” tambahnya.
Menurutnya, kepemimpinan Kapolres Pamekasan mencerminkan otoritas hukum yang bekerja secara profesional dan prosedural. Apresiasi dari dunia pendidikan diharapkan dapat memperkuat legitimasi sosial kepolisian serta membangun kohesi antara aparat penegak hukum dan masyarakat.
Muhlis menambahkan, sikap terbuka dalam menghargai kinerja aparat merupakan bagian dari pendidikan nilai publik. Hal ini mengajarkan generasi muda untuk menghormati hukum, mempercayai institusi negara, dan menolak praktik vigilantisme.
“Apresiasi ini bukan euforia sesaat, tetapi peneguhan nilai keadilan dan kemanusiaan. Kami berharap sinergi antara lembaga pendidikan dan aparat penegak hukum terus terjaga demi menciptakan lingkungan sosial yang aman, beradab, dan bermartabat,” pungkasnya. (nur/zul)





