KABAR MADURA | Janji perombakan besar Madura United pada putaran kedua Super League 2025/2026 dipastikan bukan sekadar isapan jempol. Laskar Sape Kerrab kembali bersiap mendatangkan pemain asing asal Brasil, sekaligus menegaskan semakin kuatnya aroma Samba di skuad Madura United.
Sebelumnya, Madura United sudah lebih dulu mendatangkan dua pemain Brasil sebelum putaran pertama Super League berakhir, yakni Riquelme Souza dan Junior Brandão. Selain itu, Madura United juga masih diperkuat sejumlah pemain asal Negeri Samba yang sudah bergabung sejak awal musim, seperti Lulinha, Iran Junior, dan Jorge Mendonca. Namun, Iran Junior hingga kini masih menjalani proses pemulihan cedera.
Dominasi Brasil di Madura United tidak hanya terlihat dari komposisi pemain, tetapi juga dari jajaran tim pelatih. Sejak November 2025, Madura United ditangani pelatih asal Brasil, Carlos Parreira, yang menggantikan posisi Angel Alfredo Vera.
Presiden Madura United Achsanul Qosasi mengungkapkan, tim pelatih menilai masih diperlukan untuk menambah satu pemain asing, khususnya di sektor lapangan tengah.
“Menurut pelatih, Madura masih butuh satu lagi pemain asing di posisi lapangan tengah,” ujar Achsanul Qosasi, Kamis (15/1/2026).
Meski demikian, pria yang karib disapa Prof. AQ itu belum membeberkan identitas calon pemain anyar tersebut. Dia hanya memberi petunjuk bahwa pemain tersebut berposisi di lini tengah dan memiliki kemampuan bermain di beberapa posisi.
“Kami sudah sepakat dengan pemain Brasil, yang memiliki posisi di tengah. Dia juga harus bisa main beberapa posisi. Dia akan datang Minggu depan,” ungkapnya.
Dengan rencana kedatangan pemain baru tersebut, Madura United menunjukkan keseriusan dalam membenahi skuad demi tampil lebih kompetitif pada putaran kedua musim ini. Namun, masuknya satu pemain asing baru dipastikan akan diikuti dengan pencoretan satu pemain asing lama.
Pasalnya, sesuai regulasi Super League, setiap klub hanya diperbolehkan mendaftarkan maksimal 11 pemain asing. Saat ini, Madura United telah memiliki 11 pemain asing, yakni Lulinha, Jorge Mendonca, Pedro Monteiro, Roger Bonet Badia alias Ruxi, Jordy Wehrmann, Kerim Palic, Balotelli, Iran Junior, Jasey Wehrmann, Riquelme Souza, dan Junior Brandão.
Aroma Samba sejatinya bukan hal baru bagi Madura United. Dalam beberapa musim terakhir, Laskar Sape Kerrab dikenal sebagai salah satu klub yang rutin mempercayakan kekuatan timnya kepada pemain-pemain asal Brasil. Bahkan, saat Madura United mampu finis sebagai runner-up Liga 1, yang kini berganti nama menjadi Super League, pada dua musim sebelumnya, skuad Laskar Sape Kerrab juga didominasi pemain Brasil.
Kala itu, Madura United berada di bawah arahan pelatih asal Brasil, Mauricio Souza, yang kini menukangi Persija Jakarta. Sejumlah nama Brasil menjadi bagian penting perjalanan Madura United kala itu, di antaranya Hugo Gomes atau Jaja, gelandang kreatif yang kini membela Dewa United. Selain itu, ada pula Cleberson, Lukas Frigeri, hingga Dalberto, yang hingga kini masih eksis di kompetisi Indonesia.
Deretan nama itu menegaskan bahwa sentuhan Brasil telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari identitas Madura United, sekaligus menjadi salah satu faktor kesuksesan Laskar Sape Kerrab dalam beberapa musim terakhir. (nur/zul)





