KABAR MADURA | Madura United menghadapi tantangan kebugaran jelang laga tandang kontra Semen Padang dalam lanjutan Super League 2025/2026. Pertandingan yang akan berlangsung di Stadion H. Agus Salim, Padang, Rabu (28/4/2026), menjadi ujian berat bagi Laskar Sape Kerrab di tengah upaya keluar dari zona degradasi.
Waktu persiapan yang singkat menjadi salah satu kendala utama. Usai menghadapi Dewa United pada Sabtu (25/4/2026), Lulinha dan kawan-kawan hanya memiliki jeda tiga hari untuk memulihkan kondisi fisik pemain sebelum kembali bertanding.
Caretaker Pelatih Madura United Rakhmad Basuki mengakui bahwa persoalan kebugaran menjadi perhatian utama timnya saat ini. Meski tidak ada pemain yang mengalami cedera, kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih menjadi tantangan tersendiri.
“Tidak ada pemain yang terkendala cedera, mungkin sedikit masalah kebugaran saja. Makanya kami antisipasi dengan berangkat lebih awal ke sini. Alhamdulillah pemain sangat enjoy,” ujar Coach RB, sapaan akrab Rakhmad Basuki, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, langkah berangkat lebih awal diharapkan dapat membantu pemain beradaptasi sekaligus memaksimalkan pemulihan sebelum pertandingan. Dia juga menekankan pentingnya menjaga fokus di tengah situasi yang tidak mudah.
“Dalam situasi seperti ini, kita tidak boleh panik, harus fokus ke tim sendiri. Karena hasil akhir Madura di kompetisi ini tidak ada yang tahu. Apakah kita turun atau tetap bertahan di liga ini. Jadi tugas kita adalah terus berjuang dan berlatih,” tegasnya.
Sementara itu, pemain Madura United, Dicky Indriana, memastikan bahwa tim tetap memiliki tekad kuat untuk meraih hasil maksimal meski dihadapkan pada kendala kebugaran.
“Kami tidak mau perjalanan ke sini sia-sia. Kami bertekad membawa pulang tiga poin,” ungkapnya. (nur/zul)






