KABAR MADURA | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan 2026. Namun hingga kini puluhan satuan pelaksana program gizi (SPPG) di Sampang masih menunggu petunjuk teknis (juknis) pendistribusian dari pemerintah pusat.
Hal itu ditegaskan Sekretaris Satgas MBG Sampang Sudarmanto. Dia menyampaikan bahwa keberlanjutan program selama Ramadan dipastikan tetap akan direalisasikan. Meski begitu, pelaksana di tingkat daerah belum menerima juknis resmi yang mengatur mekanisme penyaluran, jenis menu, serta waktu distribusi selama bulan puasa.
“Kami masih menunggu Juknis dari pusat terkait pendistribusian MBG pada bulan Ramadan, jika sudah keluar akan kami sosialisasikan ke SPPG,” katanya, Senin (26/1/2026).
Sudarmanto menjelaskan, selama Ramadan terdapat sejumlah skema yang kemungkinan diterapkan, seperti penggantian menu menjadi makanan kering, paket take away, atau penyesuaian waktu distribusi agar makanan dapat dikonsumsi saat berbuka puasa. Namun, seluruh skema tersebut belum dapat dipastikan sebelum juknis diterbitkan secara resmi.
“Konsep penyaluran diperkirakan akan berbeda dengan hari biasa, penyesuaian ini dilakukan agar distribusi tetap berjalan optimal dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sampang Nur Hasim menyarankan agar ada baiknya saat bulan Ramadan pendistribusian MBG tidak lagi berbentuk makanan tetapi dengan cara memberikan uang langsung terhadap siswa maupun penerima manfaat lainnya.
“Pemerintah jangan hanya berpikir potensi untung rugi dalam menjalankan program, mereka juga harus bisa menghargai keintiman umat muslim saat berpuasa, jika selama bulan Ramadan distribusi berbentuk uang langsung kepada penerima kami rasa itu lebih elok,” pungkasnya. (yan/waw)





