KABAR MADURA | Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap mengaburkan batas antara fakta dan opini, keberadaan media massa yang konsisten menghadirkan informasi edukatif, konstruktif, dan berorientasi publik dinilai memiliki nilai yang sangat strategis.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) Pamekasan, Prof. Dr. KH. Achmad Muhlis, sebagai penegasan ratusan santrinya turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Kabar Madura.
Salah satu rangkaian kegiatan HUT Kabar Madura yang berdiri 10 Juni 2012 itu ialah Jalan Sehat di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Minggu pagi (7/6/2026).
Keluarga besar IBS PKMKK Pamekasan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan Jalan Sehat tersebut. Menurut Prof. Achmad Muhlis, momentum ini bukan sekadar refleksi perjalanan sebuah institusi media, melainkan sebuah penegasan fungsi pers di tengah masyarakat.
“Kegiatan semacam ini menjadi simbol hadirnya media yang tidak sekadar berfungsi sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai penghubung berbagai elemen masyarakat dalam membangun budaya sehat, optimisme kolektif, dan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Bagi lembaga pesantren seperti IBS PKMKK, komunikasi dan sinergi dengan media massa merupakan bagian integral dari jalan dakwah dan transformasi sosial. Kiai Muhlis menekankan bahwa dakwah di era modern tidak boleh lagi terbatas pada mimbar konvensional.
“Sekarang eranya dakwah kontemporer. Harus menyentuh ruang publik melalui penyebaran gagasan, inspirasi, dan narasi positif yang membangun kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Ketua Senat UIN Madura itu meyakini, Kabar Madura dapat menjadi mitra peradaban yang menghubungkan ilmu pengetahuan, nilai kemanusiaan, dan aspirasi publik dalam ruang dialog yang sehat.
Memasuki usia ke-14 tahun, Kabar Madura dinilai telah mencapai fase kematangan dalam mengemban amanah sosial. Guru Besar Sosiologi Pendidikan Islam itu berharap sinergi antara lembaga pendidikan, pesantren, dan media massa ke depannya dapat terus diperkuat.
Target utama dari penguatan sinergi ini adalah menciptakan ekosistem dakwah adaptif terhadap perkembangan teknologi, mencerahkan pemikiran masyarakat, dan relevan dengan dinamika dan perkembangan zaman.
Melalui kolaborasi yang kokoh ini, diharapkan media massa dapat memosisikan diri bukan hanya sebagai penyalur informasi, tetapi juga sebagai motor penggerak utama lahirnya masyarakat Madura yang berilmu, berakhlak, serta berkeadaban. (rul)





