KABAR MADURA | Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bangkalan memastikan tidak akan melakukan pengadaan buku baru sepanjang tahun 2026. Kebijakan ini diambil sebagai dampak dari keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah.
Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Dispusip Bangkalan Anik Susanti menjelaskan, kondisi fiskal saat ini belum memungkinkan untuk melakukan penambahan koleksi sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, dia menegaskan, layanan perpustakaan tetap berjalan secara optimal.
“Untuk tahun 2026 memang tidak ada pengadaan buku karena keterbatasan anggaran,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Di tengah kebijakan itu, Anik menilai, koleksi yang tersedia masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Saat ini, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bangkalan memiliki sekitar 32 ribu eksemplar buku dengan total 18 ribu judul yang dapat diakses oleh pengunjung.
Menurutnya, jumlah itu masih relevan dan mampu mengakomodasi beragam kebutuhan pembaca, mulai dari kalangan pelajar hingga masyarakat umum. Pihaknya pun terus berupaya mengoptimalkan layanan agar koleksi yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Koleksi yang tersedia saat ini masih bisa memenuhi kebutuhan pembaca, baik dari segi jumlah maupun variasi judul,” jelasnya.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri di tengah meningkatnya kebutuhan literasi masyarakat. Di satu sisi, akses terhadap bahan bacaan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Namun di sisi lain, keterbatasan anggaran memaksa pemerintah daerah untuk melakukan penyesuaian prioritas.
Meskipun belum ada penambahan koleksi, Dispusip Bangkalan tetap berkomitmen menjaga kualitas layanan. Selain itu, juga terus mendorong minat baca masyarakat melalui pemanfaatan koleksi yang ada secara lebih efektif dan berkelanjutan. (fik/zul)





