Pemkab Dukung Penghijauan Bekas Tambang oleh PWI Sumenep

Berita93 views

KABAR MADURA | Pemkab Sumenep mendukung penuh terhadap kegiatan Halaqah Pers dan Lingkungan yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumenep. Kegiatan bertajuk “Tambang: Antara Pembangunan dan Ancaman Lingkungan” itu akan dilaksanakan di Aula Pesantren Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Senin (9/2/2026) mendatang.

Dukungan tersebut merupakan wujud komitmen Pemkab Sumenep dalam menjaga kelestarian lingkungan dan alam demi keberlangsungan hidup masyarakat yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menjelaskan, beberapa waktu terakhir sejumlah daerah di Indonesia mengalami bencana alam yang dipicu oleh cuaca ekstrem. Namun demikian, menurutnya, faktor kerusakan lingkungan akibat ulah manusia juga memiliki andil besar terhadap terjadinya bencana.

“Selain faktor cuaca ekstrem, bencana juga terjadi karena rendahnya kepedulian dan perhatian terhadap lingkungan, baik dari pemerintah maupun masyarakat,” ujar Bupati Fauzi, Senin (26/1/2026).

Dia menjelaskan, banjir dan tanah longsor yang kerap melanda sejumlah wilayah umumnya disebabkan oleh berkurangnya tutupan pohon yang berfungsi sebagai penyangga utama kelestarian lingkungan.

Baca Juga:  Sambut HUT ke-14, Kabar Madura Usung Tema "Tangguh Bertumbuh" dengan Menggelar Jalan Sehat hingga Beragam Kegiatan 

“Ketika pohon ditebang secara masif dan tidak ada upaya pemulihan, maka potensi bencana akan sangat tinggi, apalagi jika curah hujan berlangsung lama dan intens,” ungkapnya.

Bupati Fauzi mengatakan, Pemkab Sumenep siap mendukung dan bersinergi dengan seluruh pihak yang memiliki iktikad baik dalam upaya pelestarian lingkungan. Salah satu bentuk konkret dukungan tersebut adalah kolaborasi dengan PWI Sumenep dalam kegiatan penghijauan.

“Kami mengapresiasi inisiatif PWI yang berencana melakukan penanaman pohon di lokasi bekas tambang galian C. Pemkab siap menyuplai bibit tanaman, sementara teknis pelaksanaannya dapat diatur bersama,” tandasnya.

Selain itu, Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep tersebut menyatakan akan menggerakkan seluruh kader partainya untuk terlibat aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan.

“Upaya menjaga lingkungan sejalan dengan arahan dan misi pimpinan partai di tingkat pusat. Kami berkomitmen untuk bersinergi dengan semua pihak agar gerakan ini berjalan efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Bupati Fauzi juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat Sumenep agar turut berperan aktif dalam menjaga dan merawat lingkungan sebagai langkah pencegahan bencana sejak dini.

Baca Juga:  Tiga Kali Lolos PDP, Yuni Putri Utami Usung Tema Penelitian Bertajuk Pengembangan E-Modul Digital di UNIBA Madura

“Kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk merawat alam demi masa depan yang lebih aman,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Sumenep Faisal Warid menyampaikan bahwa pihaknya siap bergandengan tangan dengan Pemkab Sumenep dalam upaya pelestarian lingkungan.

Dia mengungkapkan, PWI Sumenep telah merencanakan kegiatan reboisasi di bekas tambang galian C pada pertengahan tahun ini.

“Insyaallah pada Juni 2026 kami akan melaksanakan reboisasi untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan bekas tambang. Kegiatan ini akan melibatkan Forkopimda sebagai bentuk sinergitas dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Halaqah Pers dan Lingkungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke-80 PWI yang diselenggarakan oleh PWI Sumenep. Sebelumnya, PWI Sumenep juga telah menggelar sejumlah kegiatan lain, di antaranya Launching Akademi Jurnalistik dan Launching Klinik Hukum Pers. (ara/ong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *