KABAR MADURA | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali tercoreng. Sajian MBG dari Satuan Pelaksana Program Pemberian Gizi (SPPG) Lebbeng Timur, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, diduga tidak layak konsumsi dan menuai protes keras dari orang tua siswa.
Dugaan tersebut mencuat setelah video viral di media sosial memperlihatkan seorang ibu secara tegas melarang anak-anak memakan menu MBG karena bau menyengat dan mencurigakan.
“Jangan dimakan, bau,” ujar seorang emak-emak dalam video di akun TikTok @ringkuring1 tersebut.
Video itu sontak memicu keresahan publik dan mempertanyakan standar kebersihan, kualitas dapur, serta lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan program gizi pemerintah yang menyasar anak-anak sekolah.
Kabar Madura ini berupaya mengonfirmasi Kepala SPPG Sumenep, Mohammad Kholilur Rahman. Namun, alih-alih memberikan klarifikasi, yang bersangkutan justru melempar tanggung jawab konfirmasi kepada Kepala SPPG Lebeng Timur Pasongsongan, Moh. Nur Kholis.
Dalam keterangannya, pihak dapur justru mengakui adanya kelalaian teknis dalam proses pengolahan makanan.
“Itu bumbunya saja yang memang baunya agak tidak enak. Kalau ayamnya tidak basi,” ujar Kholis.
Pengakuan tersebut mempertegas bahwa menu yang didistribusikan memang bermasalah, meski pihak dapur berupaya menyangkal unsur kebusukan bahan utama.
Kholis berdalih, bau menyengat tersebut diduga akibat kesalahan teknis saat proses memasak di dapur.
“Kalau memasak itu bertahap, kemungkinan bau karena matang lebih awal. Itu kesalahan teknis karena bumbunya tidak dipisah dengan ayamnya,” dalihnya. (ara/waw)





