Kepala Dapur MBG di Pasongsongan Klarifikasi Dugaan Makanan Tidak Layak Konsumsi

KABAR MADURA | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali tercoreng. Sajian MBG dari Satuan Pelaksana Program Pemberian Gizi (SPPG) Lebbeng Timur, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, diduga tidak layak konsumsi dan menuai protes keras dari orang tua siswa.

Dugaan tersebut mencuat setelah video viral di media sosial memperlihatkan seorang ibu secara tegas melarang anak-anak memakan menu MBG karena bau menyengat dan mencurigakan.

“Jangan dimakan, bau,” ujar seorang emak-emak dalam video di akun TikTok @ringkuring1 tersebut.

Video itu sontak memicu keresahan publik dan mempertanyakan standar kebersihan, kualitas dapur, serta lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan program gizi pemerintah yang menyasar anak-anak sekolah.

Baca Juga:  KNMP Sumenep Diusulkan ke Tiga Wilayah Pesisir, Dorong Ekonomi Nelayan

Kabar Madura ini berupaya mengonfirmasi Kepala SPPG Sumenep, Mohammad Kholilur Rahman. Namun, alih-alih memberikan klarifikasi, yang bersangkutan justru melempar tanggung jawab konfirmasi kepada Kepala SPPG Lebeng Timur Pasongsongan, Moh. Nur Kholis.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Dalam keterangannya, pihak dapur justru mengakui adanya kelalaian teknis dalam proses pengolahan makanan.

“Itu bumbunya saja yang memang baunya agak tidak enak. Kalau ayamnya tidak basi,” ujar Kholis.

Pengakuan tersebut mempertegas bahwa menu yang didistribusikan memang bermasalah, meski pihak dapur berupaya menyangkal unsur kebusukan bahan utama.

Baca Juga:  Daftar Penerima Manfaat BSPS 2026 Tahap Dua di Bangkalan Masih Menunggu Verifikasi Pemerintah Pusat

Kholis berdalih, bau menyengat tersebut diduga akibat kesalahan teknis saat proses memasak di dapur.

“Kalau memasak itu bertahap, kemungkinan bau karena matang lebih awal. Itu kesalahan teknis karena bumbunya tidak dipisah dengan ayamnya,” dalihnya. (ara/waw)

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *