KABAR MADURA | Semangat intelektual dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh para aktivis Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, salah satunya menyelenggarakan kegiatan Sekolah Islam Gender (SIG).
Kegiatan ini menjadi ruang strategis dalam membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap isu gender dalam perspektif Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Ketua KOPRI UNIBA Madura, Khalifah Amatilah, hadir sebagai narasumber utama dan memberikan pemaparan yang penuh inspirasi. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam membangun peradaban yang berkeadaban dan bermartabat.
“Perempuan berdaya bukan berarti melawan kodrat, tetapi mengoptimalkan potensi diri untuk kemaslahatan umat. Islam telah menempatkan perempuan pada posisi yang mulia, tinggal bagaimana kita memahami dan mengimplementasikannya secara tepat,” ujar Khalifah Amatilah.
Khalifah Amatilah juga menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif. Gerakan perempuan hari ini harus berbasis ilmu, etika, dan nilai keislaman.
“Dengan begitu, perjuangan kita tidak hanya progresif tetapi juga bermartabat,” tambahnya.
Melalui Sekolah Islam Gender ini, KOPRI PMII UNIBA Madura kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak kader perempuan yang kritis, berintegritas, dan siap berkontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kiprah para aktivis ini menjadi cerminan bahwa UNIBA Madura terus ingin melahirkan generasi muda yang cerdas, berani, dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya. (ara/waw)





