Angka Kemiskinan Bangkalan Masih Tinggi, Dinsos Siapkan Bantuan Modal Usaha

Sosial, Berita146 views

KABAR MADURA | Persentase angka kemiskinan di Kabupaten Bangkalan masih tergolong tinggi. Berdasarkan data terbaru, jumlah masyarakat yang tergolong miskin mencapai 187,90 ribu jiwa dari total jumlah penduduk sekitar 1,02 juta jiwa.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan Aminullah menjelaskan, kategori kemiskinan itu mengacu pada pendapatan masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan, yakni penghasilan per kapita di bawah Rp566.280 per bulan. Angka itu mengalami kenaikan sebesar Rp19.263 atau 3,2 persen dibandingkan tahun 2024.

“Iya yang tercatat miskin itu pendapatannya di bawah jumlah per kapita itu, dan hitungannya per orang,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga:  Diskopumdag Bangkalan Siapkan Subsidi Bunga Nol Persen untuk Pinjaman UMKM

Menurut Aminullah, besaran angka per kapita yang terbilang kecil itu dinilai masih kurang rasional apabila dijadikan ukuran untuk mencapai tingkat keluarga sejahtera. Dia menilai perlu adanya perluasan lapangan kerja agar masyarakat memiliki peluang meningkatkan pendapatan.

Menghadapi realitas angka kemiskinan yang masih cukup tinggi, Dinsos Bangkalan menyiapkan sejumlah langkah untuk meringankan beban masyarakat. Bantuan sosial tetap diberikan, terutama kepada kelompok rentan, seperti lansia sebatang kara dan keluarga miskin yang sangat membutuhkan.

Selain itu, pada tahun ini, Dinsos Bangkalan juga menyiapkan program bantuan modal usaha yang ditargetkan menyasar 50 keluarga yang tercatat desil 1. Saat ini, program itu masih dalam tahap awal pelaksanaan.

Baca Juga:  Ribuan Penyandang Disabilitas di Bangkalan Belum Tersentuh Bantuan Pemprov Jatim

Setiap keluarga yang terpilih akan menerima bantuan sebesar Rp3 juta sebagai stimulan untuk mengembangkan usaha produktif. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga miskin serta menekan angka kemiskinan secara bertahap di Bangkalan.

“Bantuan itu memang selalu kami berikan, khususnya untuk lansia yang sebatang kara, keluarga miskin yang memang sangat membutuhkan. Untuk bantuan modal tahun ini masih tahap percobaan, semoga berjalan mulus,” tegasnya. (km95/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *