PT DDU Klarifikasi Video Kerusakan Fender KMP Wicitra Dharma 1, Pastikan Kapal Tetap Aman Berlayar

Berita166 views

KABAR MADURA | Manajemen PT Dharma Dwipa Utama (DDU) memberikan klarifikasi terkait beredarnya video di media sosial yang menyoroti kondisi kerusakan fender lambung pada armada mereka, KMP Wicitra Dharma 1, yang melayani rute lintasan penyeberangan Kalianget-Sapudi-Jangkar.

Video itu awalnya diposting akun TikTok Sapudi Viral pada 2 Februari 2026 dan kemudian diunggah ulang oleh akun Instagram kabarmadura.id pada 3 Februari 2026. Dalam narasinya disebutkan bahwa kondisi fender kapal yang tampak keropos dinilai membahayakan keselamatan penumpang.

Menanggapi hal itu, Manajemen PT DDU menegaskan, informasi tersebut tidak benar dan perlu diluruskan.

Hal itu sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kepercayaan masyarakat Kepulauan Sapudi dan sekitarnya yang selama ini menggunakan armada kapal PT DDU untuk berbagai kebutuhan transportasi.

“Dalam narasi video TikTok yang menyebutkan kondisi keroposnya fender kapal membahayakan keselamatan penumpang adalah tidak benar,” tegas manajemen dalam keterangan resminya melalui Manager Cabang PT DDU, Maman Surahman, Jumat (13/1/2026).

Baca Juga:  Bupati Sumenep Tekankan Validasi Data Lewat Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Pembangunan Daerah

Fender kapal, atau yang kerap disebut “pisang-pisang kapal”, merupakan konstruksi baja yang berfungsi sebagai pelindung lambung kapal dari benturan atau gesekan saat proses sandar di dermaga maupun ketika terjadi kontak dengan kapal lain. Komponen itu merupakan aksesoris pelindung, bukan bagian struktur utama kapal.

Maman Surahman menjelaskan, apabila fender mengalami deformasi atau penyok akibat benturan, kondisi itu tidak berdampak pada keselamatan pelayaran maupun operasional kapal. Kapal tetap dinyatakan aman berlayar dan dapat beroperasi normal sambil menunggu proses perbaikan.

Sebagai langkah konkret, perusahaan menyatakan telah melakukan perbaikan terhadap fender yang rusak dan mengembalikannya ke kondisi semula, sehingga masyarakat pengguna jasa tidak perlu merasa cemas atau khawatir.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, titik kerusakan fender terjadi pada saat kapal sandar di Dermaga Tarebung, Sapudi. Di titik itulah fender kapal mengalami kerusakan karena dermaga tidak dilengkapi rubber fender (frontal frame) yang memadai sebagai peredam benturan.

Baca Juga:  Dokter RSUD dr Moh Anwar: Puasa Tidak Selalu Bikin Berat Badan Turun 
Pelabuhan
(KM/IST) MENGENASKAN: Dermaga Tarebung Sapudi saat ini secara teknis dinilai belum cukup aman untuk aktivitas sandar dan bongkar muat kapal.

Pasalnya, kondisi Dermaga Tarebung Sapudi saat ini secara teknis dinilai belum cukup aman untuk aktivitas sandar dan bongkar muat kapal. Diperlukan perbaikan dermaga dengan pemasangan rubber fender di seluruh area sandar guna mengamankan bangunan dermaga sekaligus melindungi kapal dari dampak benturan saat manuver.

“Atas kondisi tersebut, kami memohon kepada pihak otoritas pelabuhan yang mengelola dan bertanggung jawab di Pelabuhan Tarebung Sapudi agar segera melakukan perbaikan dermaga dan melengkapi seluruh area sandar kapal dengan rubber fender, sehingga kapal-kapal dapat berkegiatan dengan aman selama di dermaga,” paparnya.

Sebagai perusahaan pelayaran nasional yang telah berdiri sekitar 50 tahun dan menjadi bagian dari Holding PT DLU, PT DDU menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan keselamatan dan keamanan dalam setiap kegiatan operasional. (ong/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *