KABAR MADURA | Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menegaskan bahwa pers memiliki peran vital dalam menjaga transparansi, mengawasi jalannya pemerintahan, serta menyampaikan informasi yang objektif dan akurat kepada masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Bupati Kiai Kholil saat menghadiri Talkshow Pentahelix “Menguatkan Empat Pilar Demokrasi” yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan di Bakorwil Pamekasan, Senin malam (16/2/2026).
Dalam forum itu, dia mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, media memiliki fungsi sebagai sarana informasi, pendidikan, hiburan, sekaligus kontrol sosial. Sebab itu, menurutnya, kebebasan pers sebagai hak asasi warga negara harus dijamin dan dihormati.
Namun, kebebasan itu juga harus diiringi dengan tanggung jawab dalam menyajikan informasi yang benar serta tidak menyesatkan publik.
“Kehadiran pers sangat strategis dalam menjawab perubahan yang bergerak cepat dan dinamis. Informasi yang akurat akan mencerdaskan masyarakat dan membantu mereka memahami berbagai persoalan kehidupan,” tegasnya.
Mantan anggota DPR RI itu juga memaparkan konsep Pentahelix sebagai model kolaborasi strategis yang melibatkan lima unsur, yakni akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. Model kolaborasi ini dinilai efektif dalam mendorong inovasi, mempercepat pembangunan, hingga memperkuat sektor pariwisata dan penanggulangan bencana secara berkelanjutan.
Bupati Kiai Kholil menjelaskan, masing-masing unsur memiliki peran berbeda namun saling melengkapi. Akademisi berperan sebagai konseptor dan penyedia basis ilmiah, pelaku bisnis menciptakan nilai tambah serta pertumbuhan ekonomi, sementara komunitas menjadi penghubung sekaligus pendukung di tengah masyarakat.
Adapun pemerintah bertindak sebagai regulator dan fasilitator, sedangkan media menjalankan fungsi sebagai penyebar informasi sekaligus pembangun citra.
“Kolaborasi ini penting agar berbagai perspektif dan sumber daya dapat disatukan demi tercapainya tujuan bersama,” imbuhnya.
Bupati Kiai Kholil berharap tercipta ruang interaksi yang sehat antara pemerintah, pers, dan masyarakat. Proses komunikasi tidak boleh berjalan satu arah, melainkan harus menjadi ruang dialog yang memungkinkan terjadinya saling memberi dan menerima informasi maupun pengalaman.
“Saya berharap sinergi seluruh elemen, termasuk dari insan pers, mampu mendorong terwujudnya Pamekasan yang cerdas, sejahtera, dan mandiri,” tukasnya. (nur/zul)





