KABAR MADURA | Sinergi media dan pengusaha tak boleh berhenti pada urusan publikasi dan bisnis. Kolaborasi keduanya harus diarahkan untuk mendorong pertumbuhan daerah yang lebih terukur.
Hal itu ditegaskan Direktur Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) Achmad Muhlis saat menjadi pembicara dalam temu wartawan dan pengusaha yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia Pamekasan di Bakorwil IV Pamekasan, Senin (16/2).
Agenda yang mempertemukan pengusaha dan wartawan itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia.
Muhlis menilai, media memiliki posisi strategis dalam membentuk opini publik sekaligus mengawal arah pembangunan. Di sisi lain, pengusaha menjadi penggerak utama roda ekonomi.
“Jika berjalan sendiri-sendiri, dampaknya tak akan maksimal. Media bukan sekadar corong informasi. Ia punya daya dorong membangun kesadaran publik,” ujarnya.
Dia mengingatkan, sinergi bukan berarti saling memanfaatkan. Harus ada komitmen bersama untuk menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Tantangan struktural seperti perbedaan kepentingan dan lemahnya mekanisme komunikasi perlu dijawab dengan forum yang rutin dan terarah.
Menurut Muhlis, masih ada tantangan struktural yang kerap menghambat kolaborasi. Perbedaan kepentingan hingga belum adanya mekanisme institusional yang terbangun kuat menjadi pekerjaan rumah bersama.
Karena itu, Guru Besar Sosiologi Pendidikan Islam UIN Madura itu mendorong forum semacam ini tidak berhenti pada seremoni. Perlu ada ruang komunikasi yang rutin dan terarah agar melahirkan gagasan konkret bagi kemajuan Pamekasan.
Sementara itu, Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi ruang mempertemukan dua elemen strategis daerah. Dia percaya bahwa media dan pengusaha memiliki irisan kepentingan dalam pembangunan.
“Melalui forum ini kami ingin membangun komunikasi yang lebih terbuka dan profesional. Sinergi harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Anam berharap, momentum peringatan HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI tidak hanya seremonial. Tetapi, menjadi titik awal kolaborasi yang lebih konkret antara insan pers dan pelaku usaha di Pamekasan. (nur/rul)






