UIN Madura Perkuat Budaya Riset, Gelar Workshop Penyusunan Proposal MoRA The Air Funds 2026

Pendidikan29 views

KABAR MADURA | UIN Madura terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya riset dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Workshop Penyusunan Metodologi dalam Penyusunan Proposal MoRA The Air Fund 2026. Acara ini berlangsung pada Kamis (2/4/2026) di Ballroom Lantai 4 UIN Madura. Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, para pimpinan, dosen, serta JFT UIN Madura, dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube MIUTV Official.

Workshop menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag., Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kementerian Agama RI, serta Hendro Dwi Antoro, S.H., C.Med., Ketua Tim Kerja Sama Kelembagaan dan Riset Puspenma.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Madura, Dr. Saiful Hadi, M.Pd., menegaskan pentingnya strategi kolaboratif dalam mengoptimalkan peluang pembiayaan riset bagi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan.

Baca Juga:  Reses II DPRD Sumenep, Keluhan Masyarakat Masih Seputar Kebutuhan Dasar Pokok

“Kampus harus memiliki peta jalan yang jelas agar program pembiayaan dapat berdampak luas bagi masyarakat. Melalui kerja sama yang komprehensif, kita ingin mendorong tercapainya berbagai tujuan strategis institusi,” ujarnya.

Pada sesi utama, Dr. Ruchman Basori menekankan bahwa MoRA The Air Funds 2026 menjadi momentum penting bagi UIN Madura untuk “pecah telur” meraih hibah riset berskala nasional.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Ia menjelaskan bahwa salah satu persoalan utama riset adalah keterbatasan dana, sementara program ini membuka peluang pendanaan hingga Rp2 miliar per tim. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penguatan SDM peneliti dan orientasi riset yang membumi serta berdampak langsung pada persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan pembangunan.

Baca Juga:  Kerap Jadi Pilihan, Disnaker Bangkalan Ingatkan Risiko Besar PMI Ilegal

“Riset harus mampu menghadirkan solusi konkret atas problem kemasyarakatan dan kebangsaan. Pilih tema yang berdampak dan relevan dengan prioritas nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Hendro Dwi Antoro memaparkan aspek teknis penyusunan proposal, mulai dari kesesuaian tema, kejelasan substansi, kekuatan luaran, hingga pentingnya kemitraan strategis dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri.

Melalui workshop ini, UIN Madura menargetkan lahirnya proposal-proposal unggulan yang kompetitif, inovatif, dan berdaya guna untuk masyarakat luas. (rul/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *