KABAR MADURA | Manajemen Madura United angkat bicara terkait insiden pelemparan batu terhadap bus rombongan tim Borneo FC usai pertandingan di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Minggu malam (5/4/2026).
Panitia Pelaksana (Panpel) Madura United menyampaikan kekecewaan mendalam atas tindakan oknum suporter yang dinilai telah melampaui batas sportivitas dalam sepak bola.
Ketua Panpel Madura United Mohammad Alwi menegaskan, rivalitas dalam sepak bola seharusnya hanya berlangsung selama 90 menit di dalam lapangan.
“Lebih dari itu, kita semua terikat oleh nilai kebersamaan dan persaudaraan, sebagaimana slogan kami ‘Madruji’ (Madura Damai, Rukun, dan Terpuji),” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Dia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Madura, termasuk filosofi “Andhap Asor” dalam nilai “Tengka”, yang mengajarkan sikap rendah hati, saling menghormati, serta menjaga etika dan sopan santun dalam kehidupan sosial.
“Nilai ini seharusnya menjadi landasan dalam setiap tindakan, termasuk dalam mendukung tim kebanggaan,” tegasnya.
Alwi menegaskan, tidak ada pembenaran atas tindakan pelemparan tersebut dan pihaknya mengutuk keras segala bentuk perilaku yang mencederai sportivitas serta semangat fair play.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Panpel Madura United juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada manajemen Borneo FC atas insiden yang terjadi.
“Kami siap mendukung penuh setiap proses serta langkah yang akan diambil oleh pihak berwenang dalam menyikapi kejadian ini, demi menjaga integritas dan kehormatan sepak bola Indonesia,” tutupnya. (nur/zul)






