KABAR MADURA | Program Innovative Collaborative Project atau ICP Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura kembali menunjukkan gebrakan inovatif. Melalui proyek mata kuliah berbasis praktik, mahasiswa sukses menghidupkan pasar modern yang kini tak hanya ramai secara fisik, tetapi juga aktif di ranah digital.
Sejak diresmikan, pasar yang ditempati mahasiswa dari berbagai program studi ini mengalami perkembangan signifikan. Jika sebelumnya banyak kios kosong, kini hampir seluruh stan terisi dan dipenuhi aktivitas jual-beli. Kehadiran mahasiswa sebagai pelaku usaha muda membuat suasana pasar menjadi lebih hidup dan dinamis.
“Sekarang pasar ini benar-benar difungsikan sebagai tempat transaksi. Meski keuntungan yang diperoleh mahasiswa belum besar, tapi ini menjadi pengalaman nyata yang sangat berharga,” ujar Dina Rahma Firzana, salah satu peserta program.
Tak hanya mengandalkan penjualan langsung, mahasiswa ICP UNIBA Madura juga memaksimalkan strategi digital. Mereka aktif melakukan live selling melalui berbagai platform seperti TikTok, Shopee, hingga Tokopedia. Pendekatan ini terbukti mampu menjangkau konsumen lebih luas tanpa batasan lokasi.
“Penjualan kami lebih banyak melalui live. Ke depan, promosi juga akan diperluas lewat konten di TikTok, Instagram, hingga WhatsApp agar jangkauan pasar semakin besar,” kata Nadilah Nur Ramadani.
Meski respons masyarakat secara langsung di lokasi belum terlalu terlihat, interaksi di platform digital justru menunjukkan antusiasme tinggi. Banyak penonton yang terlibat dalam siaran langsung, menjadi indikator bahwa model bisnis hybrid, offline dan online,mulai diterima.
Keberhasilan program ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk BPRS Bhakti Sumekar yang menyediakan fasilitas pasar bagi mahasiswa. Kolaborasi ini juga membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk ikut berkembang melalui ekosistem digital yang dibangun.
“Dukungan fasilitas dari BPRS sangat membantu. Mahasiswa dan UMKM tidak hanya berjualan secara langsung, tetapi juga bisa menjangkau pasar lebih luas lewat live streaming,” imbuhnya.
Mahasiswa berharap, ke depan pengelolaan pasar semakin ditingkatkan, baik dari sisi fasilitas maupun keberlanjutan program. Mereka juga mendorong agar pasar tetap aktif meskipun tidak sedang ada proyek perkuliahan.
“Harapannya, pasar ini tidak hanya ramai saat ada mahasiswa saja, tapi bisa terus hidup dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (ara/waw)






