Refleksi Hari Kartini, KOPRI Sumenep Hadirkan Ruang Literasi dan Suara Perempuan

Berita39 views

KABAR MADURA | Dalam rangka memperingati Hari Kartini, KOPRI PMII Sumenep menggelar kegiatan bertajuk “Lingkar Refleksi Hari Kartini” di Taman Adipura Sumenep, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi perempuan untuk merefleksikan makna perjuangan Kartini dalam konteks kekinian.

Mengusung tema “Refleksi Kartini: Antara Tradisi dan Kebebasan”, acara dikemas santai namun sarat makna melalui tiga rangkaian utama, yakni Ruang Refleksi Kartini, Pojok Baca KOPRI, dan Dinding Aspirasi.

Narasumber kegiatan, Nunung Fitriana, menilai bahwa perjuangan Kartini hari ini tidak bisa dilepaskan dari tantangan kapitalisme yang kerap membingkai perempuan dalam standar dan peran tertentu.

Baca Juga:  Kartini Hari Ini: Ketika Emansipasi Berhadapan dengan Realitas Daya Beli yang Melemah

“Esensi perjuangan Kartini terletak pada dua hal, yakni pemberdayaan diri perempuan dan pengabdian untuk membuka jalan bagi perempuan lainnya. Namun, saat ini kita juga dihadapkan pada kapitalisme yang sering mereduksi perempuan hanya sebagai objek pasar, bukan subjek yang merdeka,” paparnya.

Menurutnya, keberdayaan dan pengabdian menjadi kunci agar perempuan tidak hanya kuat secara individu, tetapi juga mampu melawan sistem yang membatasi, sekaligus menguatkan sesamanya.

Nunung menambahkan, semangat Kartini perlu dimaknai sebagai keberanian berpikir kritis, baik terhadap budaya maupun sistem yang mempengaruhi kehidupan perempuan masa kini.

Sementara itu, Ketua KOPRI PC PMII Sumenep, Yuliyana Putri menyampaikan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan upaya menghadirkan ruang reflektif dan partisipatif bagi perempuan.

Baca Juga:  Peringati Hari Kartini, "Srikandi Lantas Menyapa" Polres Pamekasan Beri Edukasi Keselamatan Perempuan Hebat Pamekasan

“Rangkaian acara ini kami hadirkan bukan sekadar peringatan, tetapi sebagai ruang untuk menghidupkan kembali semangat Kartini melalui refleksi, literasi, dan keberanian bersuara. Kami ingin setiap perempuan tidak hanya sadar, tetapi juga berdaya dan saling menguatkan dalam langkah pengabdiannya,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, KOPRI PMII Sumenep berharap semangat Kartini tidak berhenti pada peringatan simbolik, melainkan terus hidup dalam gerakan nyata perempuan yang berpikir kritis, berdaya, dan berkontribusi bagi masyarakat. (ara/ong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *