Ruang Kelas SDN Tanjung 1 Pegantenan Rusak Parah, Siswa Terpaksa Pindah saat Hujan dan Angin Kencang

KABAR MADURA | Kondisi ruang kelas Sekolah Dasar (SD) Negeri Tanjung 1 Pegantenan sangat memprihatinkan. Gedung sekolah itu mengalami kerusakan cukup parah pada bagian struktur bangunan.

Dari sisi luar, terlihat dinding bangunan mengalami retakan besar memanjang dari bagian bawah hingga atas bangunan. Bahkan, pada beberapa titik, dinding tampak terbelah dan nyaris roboh.

Sementara di bagian dalam kelas, lantai keramik terlihat pecah dan bergeser. Dinding ruangan juga mengalami retak serta pengelupasan cat yang cukup banyak. Kondisi itu menunjukkan adanya pergeseran struktur bangunan yang mengkhawatirkan.

Kepala SD Negeri Tanjung 1 Pegantenan, Fajar, mengatakan bahwa kerusakan parah itu terjadi sejak tahun 2024. Akibat kondisi itu, pihak sekolah terpaksa memindahkan siswa ke ruangan lain saat hujan maupun angin kencang.

“Sejak saya pindah ke sini (2001, red) memang sudah ada kerusakan kecil. Tapi yang parah seperti sekarang sejak dua tahun ini. Ketika hujan, anak-anak terpaksa dipindah ke ruangan lain atau disatukan dengan kelas yang siswanya sedikit,” jelasnya kepada Kabar Madura, Selasa (12/5/2026).

Fajar menuturkan, pihak sekolah setiap tahun telah mengajukan perbaikan. Namun, hingga kini belum pernah mendapatkan bantuan renovasi. Menurutnya, kekhawatiran terhadap kondisi ruang kelas itu juga kerap disampaikan langsung oleh siswa maupun orang tua murid karena dinilai membahayakan keselamatan saat proses belajar mengajar berlangsung.

Meski belum mendapat bantuan renovasi, pihak sekolah tetap melakukan perbaikan kecil secara mandiri untuk meminimalisasi risiko kerusakan yang semakin parah.

“Sudah dilakukan pemantauan oleh disdik. Ternyata, ada masalah di dapodiknya, yakni terkait kasus tanah yang harusnya hibah, malah terdaftar pinjam. Itu yang membuat pengajuan tidak diterima,” tambahnya.

Baca Juga:  Libur Lebaran, Layanan RSUD Smart Pamekasan Dipastikan Tetap Buka 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Akhmad Basri Yulianto mengatakan, pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke SD Negeri Tanjung 1 Pegantenan. Saat ini, instansinya tengah berupaya mendapatkan program revitalisasi dari kementerian.

Selain itu, Disdikbud juga telah melakukan perbaikan data status tanah di dapodik sebagai langkah awal pengajuan program revitalisasi sekolah.

“Perbaikan gedung ini tidak bisa dilakukan tahun ini, paling tidak baru bisa 2027. Karena harus melakukan pengajuan kembali, setelah dilakukan perbaikan dapodik. Kami berharap, ke sekolah-sekolah untuk update terus terkait data dapodik,” tuturnya. (nur/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *