KABAR MADURA | Manajemen Madura United FC secara resmi mengumumkan perpisahan dengan dua penggawanya, Sandro dan Ahmad Nufiandani. Keputusan ini diambil menjelang persiapan tim menghadapi kompetisi musim baru.
Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Annisa Zhafarina, mengungkapkan bahwa keputusan melepas Sandro didasari oleh keinginan sang pemain muda untuk mengeksplorasi karier dan mencari tantangan baru di luar klub berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut.
“Sandro adalah pemain yang sangat berkualitas. Dia adalah pemain muda potensial. Kontribusinya cukup luar biasa bagi tim,” ujar Annisa Zhafarina.
Meskipun berat kehilangan talenta muda berbakat, pihak manajemen memilih untuk bersikap bijak dan mendukung penuh perkembangan karier sang pemain.
“Dia memang masih muda, dia pamit ingin mencari pengalaman yang lebih tinggi di luar sana. Kami hargai keputusannya, tapi kami juga tetap membuka pintu jika dia ingin pulang. Terima kasih, cong,” tambah perempuan yang akrab disapa Nisa tersebut.
Selain Sandro, lini serang Madura United juga dipastikan kehilangan winger lincah, Ahmad Nufiandani. Pihak klub menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi kedua pemain selama berseragam loreng merah-putih.
“Selain Sandro, kami juga melepas Nufiandani. Sukses untuk kalian semua,” tutup Annisa.
Sandro dikenal sebagai salah satu wonderkid yang memberikan warna tersendiri dalam taktik Madura United. Sebagai pemain muda, ia memiliki karakteristik modern yang sangat disukai pelatih.
Sandro memiliki keunggulan pada kecepatan dan penempatan posisi (positioning). Ia sering kali menjadi pemecah kebuntuan dari lini kedua atau melalui pergerakan melebar.
Meski berusia muda, kedewasaannya dalam mengambil keputusan saat menguasai bola (kapan harus melepas umpan atau melakukan eksekusi) dinilai cukup matang.
Sandro tidak ragu untuk melakukan pressing ketat sejak di area pertahanan lawan, menjadikannya pemain pertama yang memutus alur serangan musuh.
Kehilangan Sandro tentu menjadi pekerjaan rumah bagi Madura United untuk mencari suksesor di sektor pemain muda. Namun, langkah Sandro untuk merantau demi mencari “pengalaman yang lebih tinggi” adalah keputusan tepat untuk mematangkan mental dan jam terbangnya.
Jika ia terus konsisten, bukan tidak mungkin Sandro akan kembali ke Madura United suatu saat nanti sebagai pemain yang jauh lebih matang dan siap mempersembahkan trofi. (nur/rul)






