RSUDMA Sumenep Perkuat Validasi Data untuk Tingkatkan Keselamatan Pasien

Kesehatan12 views

KABAR MADURA | Komitmen RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, profesional, dan berkualitas terus diperkuat.

Di bawah kepemimpinan Direktur RSUDMA, dr. Erliyati, rumah sakit kebanggaan masyarakat Sumenep ini semakin serius membangun sistem pelayanan berbasis data yang akurat guna menjamin keselamatan pasien.

Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Validasi Data yang melibatkan berbagai unsur pelayanan rumah sakit.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu layanan sekaligus meminimalkan risiko kesalahan medis yang dapat berdampak pada pasien.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan modern tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga harus ditopang oleh data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Rumah sakit modern tidak lagi hanya bertumpu pada kecepatan layanan, tetapi harus berdiri di atas ketepatan data sebagai dasar setiap keputusan klinis,” ujarnya.

Menurut dr. Erliyati, validasi data merupakan fondasi utama dalam menjaga kualitas layanan kesehatan. Dengan sistem validasi yang kuat, setiap proses pelayanan dapat diawasi secara menyeluruh, mulai dari registrasi pasien, pelayanan rawat inap, tindakan operasi, hingga tata kelola pemberian obat.

Kepedulian terhadap keselamatan pasien juga menjadi perhatian besar RSUDMA. Berbagai langkah pengawasan terus diperkuat, termasuk validasi rekam medis, identifikasi pasien, pencegahan infeksi rumah sakit, hingga pengawasan penggunaan obat-obatan berisiko tinggi.

Baca Juga:  Polres Pamekasan Masih Tangani Tambang Ilegal, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan dan Lingkungan

Di bawah arahannya, RSUDMA juga memastikan seluruh alat kesehatan berfungsi optimal melalui proses kalibrasi dan pengujian berkala. Langkah tersebut menjadi bukti keseriusan rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang aman dan sesuai standar.

“Tanpa validasi yang kuat, risiko kesalahan medis, infeksi rumah sakit, hingga kejadian tidak diharapkan bisa meningkat dan berdampak langsung pada keselamatan pasien,” kata dr. Erliyati. (ara/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *