SDN Tlomar 2 Bangkalan Rusak Berat, Revitalisasi Menunggu Kepastian Pemerintah Pusat

KABAR MADURA | Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tlomar 2 di Desa Tlomar, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, kian memprihatinkan. Bangunan sekolah yang telah berdiri puluhan tahun itu rusak berat dan dinilai sudah tidak layak digunakan sebagai ruang belajar.

Sejumlah bagian bangunan tampak rusak parah. Mulai dari lantai yang masih beralaskan tanah, plafon yang hancur, hingga kondisi ruang kelas yang kumuh dan jauh dari kata nyaman untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan, Ali Yusri Purwanto, menjelaskan, pihaknya saat ini belum dapat mengambil langkah cepat untuk melakukan perbaikan karena keterbatasan kewenangan dan anggaran.

“Hari ini hanya bisa menunggu, karena memang anggaran tidak ada di Dinas Pendidikan untuk melakukan perbaikan lagi,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Baca Juga:  Tiga Peserta Magang Kemenaker 2026 Resmi Selesaikan Program Magang di Kabar Madura

Yusri menyebut, perbaikan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan kini harus melalui mekanisme pengajuan kepada pemerintah pusat. Sebab itu, pihaknya hanya sebatas memiliki kewenangan mengusulkan, sementara keputusan sekolah mana yang akan mendapatkan bantuan perbaikan sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Menurutnya, SDN Tlomar 2 menjadi salah satu sekolah yang telah diajukan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) untuk mendapatkan program perbaikan.

“Anggarannya bukan di kami lagi untuk perbaikan sekolah, melainkan harus melalui pengajuan ke pusat dan yang menentukan bukan kami lagi. Kami hanya bisa pada wewenang sebatas pengajuan saja,” ungkapnya.

Baca Juga:  Lahan SR di Bangkalan Mulai Diratakan, Pembangunan Tunggu Persetujuan Pemerintah Pusat

Lebih lanjut, dia menyampaikan, hingga pertengahan tahun 2026, Dispendik Bangkalan masih belum menerima informasi resmi terkait sekolah-sekolah yang akan mendapatkan program revitalisasi. Padahal, usulan itu telah diajukan sejak akhir Desember 2025.

“Belum, sampai hari ini kami belum terima data sekolah yang mendapat revitalisasi,” tuturnya.

Melihat kondisi SDN Tlomar 2 yang semakin memprihatinkan, Yusri berharap pemerintah pusat segera memberikan kepastian terkait usulan yang telah diajukan agar proses KBM dapat berlangsung dengan lebih layak dan nyaman.

“Semoga cepat ada kepastian, mengingat saat ini sudah masuk pertengahan tahun,” pungkasnya. (fik/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *