Kejurkab Pencak Silat Sumenep 2026 Jadi Ajang Seleksi Atlet Porprov Jatim

Olahraga6 views

KABAR MADURA | Semangat persaingan dan persaudaraan mewarnai Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat tingkat Sumenep 2026 yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumenep. Ajang bergengsi tersebut menjadi wadah pencarian bibit-bibit atlet potensial yang diproyeksikan memperkuat kontingen Sumenep pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Sebanyak 251 atlet dari 11 perguruan silat ambil bagian dalam kejuaraan yang memperebutkan piala bergilir IPSI Sumenep ke-3 tersebut. Mereka berasal dari berbagai perguruan ternama, di antaranya Walet Hitam, Persinas ASAD, IKSPI Kera Sakti, Perisai Putih, Pagar Nusa, Nur Harias, Perisai Diri, Perisai Putih Nusantara, Tapak Suci, Pepsi Gajah, hingga PSHT. 

Ketua IPSI Sumenep, Santoso, mengatakan kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun prestasi pencak silat Sumenep. 

“Kejuaraan ini menjadi sarana untuk melihat sekaligus menjaring atlet-atlet potensial yang nantinya dapat dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Porprov Jawa Timur 2027,” ujarnya. 

Menurut Santoso, proses pembinaan atlet harus dilakukan sejak dini agar IPSI Sumenep memiliki regenerasi yang kuat dan mampu bersaing di tingkat regional maupun provinsi. Karena itu, kejuaraan tersebut mempertandingkan berbagai kategori usia, mulai dari usia dini, pra-remaja, remaja hingga dewasa. 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Dengan sistem tersebut, IPSI dapat memantau perkembangan atlet secara berkelanjutan sekaligus menyiapkan calon-calon pesilat berprestasi sejak usia muda. 

“Kami ingin memiliki atlet-atlet berkualitas yang mampu menjadi andalan IPSI Sumenep di berbagai ajang kompetisi,” katanya. 

Baca Juga:  PJSI Sumenep Intensifkan Latihan Atlet Jelang Popda Jawa Timur 2026

Lebih lanjut, Santoso menegaskan bahwa para juara dalam kejuaraan ini tidak hanya mendapatkan penghargaan, tetapi juga peluang untuk mengikuti pembinaan lanjutan bersama pelatih IPSI Sumenep. Mereka akan dipersiapkan untuk tampil di level kompetisi yang lebih tinggi. 

“Para juara nantinya akan mendapatkan pembinaan rutin dan menjadi bagian dari atlet binaan IPSI Sumenep untuk menghadapi kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” jelasnya. 

Selain menjadi ajang pencarian bakat, Kejurkab IPSI juga diharapkan semakin mempererat hubungan antarperguruan silat di Kabupaten Sumenep. Semangat sportivitas, persaudaraan, dan kekompakan dinilai menjadi modal penting dalam memajukan olahraga pencak silat di Kota Keris. 

“Saya berharap seluruh perguruan silat di Sumenep terus bersinergi, menjaga kekompakan, dan bersama-sama membangun prestasi pencak silat yang membanggakan daerah,” pungkas Santoso. (ara/waw)

KABAR MADURA | Semangat persaingan dan persaudaraan mewarnai Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat tingkat Sumenep 2026 yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumenep. Ajang bergengsi tersebut menjadi wadah pencarian bibit-bibit atlet potensial yang diproyeksikan memperkuat kontingen Sumenep pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Sebanyak 251 atlet dari 11 perguruan silat ambil bagian dalam kejuaraan yang memperebutkan piala bergilir IPSI Sumenep ke-3 tersebut. Mereka berasal dari berbagai perguruan ternama, di antaranya Walet Hitam, Persinas ASAD, IKSPI Kera Sakti, Perisai Putih, Pagar Nusa, Nur Harias, Perisai Diri, Perisai Putih Nusantara, Tapak Suci, Pepsi Gajah, hingga PSHT. 

Ketua IPSI Sumenep, Santoso, mengatakan kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun prestasi pencak silat Sumenep. 

Baca Juga:  Atlet Silat Sumenep Raih Emas dan Perak di Kejurprov Jatim, Tantangan Lebih Berat Menanti

“Kejuaraan ini menjadi sarana untuk melihat sekaligus menjaring atlet-atlet potensial yang nantinya dapat dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Porprov Jawa Timur 2027,” ujarnya. 

Menurut Santoso, proses pembinaan atlet harus dilakukan sejak dini agar IPSI Sumenep memiliki regenerasi yang kuat dan mampu bersaing di tingkat regional maupun provinsi. Karena itu, kejuaraan tersebut mempertandingkan berbagai kategori usia, mulai dari usia dini, pra-remaja, remaja hingga dewasa. 

Dengan sistem tersebut, IPSI dapat memantau perkembangan atlet secara berkelanjutan sekaligus menyiapkan calon-calon pesilat berprestasi sejak usia muda. 

“Kami ingin memiliki atlet-atlet berkualitas yang mampu menjadi andalan IPSI Sumenep di berbagai ajang kompetisi,” katanya. 

Lebih lanjut, Santoso menegaskan bahwa para juara dalam kejuaraan ini tidak hanya mendapatkan penghargaan, tetapi juga peluang untuk mengikuti pembinaan lanjutan bersama pelatih IPSI Sumenep. Mereka akan dipersiapkan untuk tampil di level kompetisi yang lebih tinggi. 

“Para juara nantinya akan mendapatkan pembinaan rutin dan menjadi bagian dari atlet binaan IPSI Sumenep untuk menghadapi kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” jelasnya. 

Selain menjadi ajang pencarian bakat, Kejurkab IPSI juga diharapkan semakin mempererat hubungan antarperguruan silat di Kabupaten Sumenep. Semangat sportivitas, persaudaraan, dan kekompakan dinilai menjadi modal penting dalam memajukan olahraga pencak silat di Kota Keris. 

“Saya berharap seluruh perguruan silat di Sumenep terus bersinergi, menjaga kekompakan, dan bersama-sama membangun prestasi pencak silat yang membanggakan daerah,” pungkas Santoso. (ara/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *