Kuota Siswa SD Sekolah Rakyat di Bangkalan Belum Terpenuhi, Hanya 16 yang Lolos Verifikasi

KABAR MADURA | Kuota penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di Kabupaten Bangkalan untuk tahun ajaran 2026/2027 masih belum terpenuhi. Hingga berakhirnya pendaftaran gelombang pertama, jumlah calon siswa tingkat SD yang lolos seleksi masih jauh dari target yang ditetapkan.

Berdasarkan ketentuan dari Kementerian Sosial (Kemensos), Bangkalan memperoleh kuota sebanyak 60 siswa. Kuota itu terbagi untuk dua jenjang pendidikan, yakni 30 siswa tingkat SD dan 30 siswa tingkat SMP.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan, Aminullah, mengatakan, seluruh siswa baru yang diterima nantinya akan ditempatkan di SRT Sampang karena fasilitas bangunan permanen telah tersedia di lokasi tersebut.

“Bangkalan mendapat 60 kuota, masing-masing SD dan SMP. Setelah penerimaan ini, sementara khusus siswa baru nantinya akan ditempatkan di STR Sampang karena sudah ada bangunan tetap,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga:  Efisiensi Energi Tidak Ganggu Sekolah, Dispendik Pastikan KBM Tetap Berjalan Normal

Menurutnya, kuota untuk jenjang SMP telah terpenuhi sesuai target, yakni 30 siswa. Namun, kondisi berbeda terjadi pada jenjang SD. Hingga penutupan pendaftaran tahap pertama, jumlah siswa yang diterima baru mencapai 16 orang.

“Dalam tahap pertama memang siswa setingkat SD yang diterima 16 orang,” ungkapnya.

Aminullah menjelaskan, minimnya jumlah siswa yang diterima bukan karena rendahnya minat masyarakat. Berdasarkan data yang dimiliki Dinsos, jumlah calon siswa tingkat SD yang berminat sebenarnya cukup banyak. Namun, setelah dilakukan proses verifikasi, tidak semuanya memenuhi persyaratan yang ditentukan.

“Sebenarnya berminat kemarin dari data terakhir mencapai 29 orang kalau yang SD, akan tetapi setelah dilakukan verifikasi yang memenuhi persyaratan hanya 16 orang,” sebutnya.

Baca Juga:  SDN Tlomar 2 Bangkalan Rusak Berat, Revitalisasi Menunggu Kepastian Pemerintah Pusat

Dia menambahkan, data awal calon peserta didik yang diterima dari Kemensos melalui sistem by name by address (BNBA) sebenarnya melebihi kuota yang tersedia. Sebab itu, Dinsos sempat menghentikan proses penjangkauan calon siswa untuk menghindari jumlah pendaftar yang melampaui batas kuota.

“Karena bukan masyarakat yang mendaftar, jadi kami sudah mendapat by name by address dari Kemensos itu yang kami verifikasi keberadaan dan minatnya, karena data awal sudah melebihi jadi sementara disetop dulu penjangkauannya karena kalau nanti banyak yang tidak diterima, tentu ditagih,” pungkasnya. (fik/zul)

IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *