KABARMADURA.ID | Madura United telah menentukan pilihan terhadap calon Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Pilihan tersebut akan ditunaikan saat Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada 16 Februari mendatang.
Presiden Madura United Prof. Dr. Achsanul Qosasi enggan blak-blakan mengumumkan pilihannya ke publik. Terdapat lima pendaftar dalam kontestasi itu, Erick Tohir, AA Lanyalla M. Mattalitti, Arif Putra Wicaksono, Doni Setiabudi, dan Fary Djemy Francis.
Namun figur yang biasa disapa Prof AQ itu menyampaikan kriteria yang dinginkan. Menurutnya, pilihan Madura United akan jatuh terhadap calon ketua PSSI yang siap menjalankan transformasi sepak bola nasional.
Diketahui, transformasi tersebut sudah menjadi dorongan publik pasca Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu. Bahkan, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo menginstruksikan agar transformasi tersebut dijalankan.
“Sekaranglah saat yang tepat melakukan transformasi sepak bola. Saya tidak maju demi cinta saya terhadap sepak bola. Madura United mendukung kepada calon yang siap transformasi,” jelasnya.

Selanjutnya, pria asal Sumenep itu menguraikan, transformasi yang dimaksud berupa pembenahan aturan sekaligus memastikan berjalan sesuai yang tertera. Kedua, membangun training center dan kantor PSSI.
Ketiga, Prof. AQ meminta dengan tegas agar pengurus PSSI sebatas menjalankan tugas sebagai regulator. Sehingga, tidak terdapat yang terlibat dalam permainan, walaupun secara tidak langsung.
Sebelumnya, laman resmi PSSI sempat mengumumkan man of the match saat ini. Jika biasanya disematkan kepada pemain, kali ini diberikan ke mantan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Predikat itu diberikan lantaran Tim Nasional (Timnas) Indonesia mengalahkan Kuwait saat jalani kualifikasi Piala Asia 2023 pada 8 Juni 2022.
Capaian skuad arahan Shin Tae-yong itu bisa memecahkan rekor tidak pernah menang sepanjang 42 tahun atas Kuwait. Tim Garuda itu terakhir menang saat ajang turnamen Merdeka, 19 Oktober 1980 lalu.
“Pengurus adalah regulator. Jangan ikut main, apalagi menjadi man of the match. Jika pengurus tidak terlibat, sepak bola ini akan baik secara alami, karena persaingan akan sehat dan baik,” imbuh Prof AQ.
Selain itu, presien klub berusia 57 tahun itu juga meminta agar Komite Pemilihan PSSI menjalankan tugas dengan baik. Sehingga, bakal calon yang tidak memenuhi syarat, tidak diluluskan. Serta, bakal calon yang memenuhi syarat, tidak dijegal.
Pewarta: Syahid Mujtahidy
Redaktur: Wawan A. Husna





