KABARMADURA.ID | Sudah menjadi rahasia umum bahwa untuk menjadi polisi tidaklah mudah, apalagi pada keluarga yang kekurangan secara materi, tentu bisa dikatakan dari 1.000 hanya 1 yang bisa lolos. Mungkin Muhammad Zaki Qufron itu masuk di antara yang satu itu.
MOH RAZIN SUMENEP
Zaki, begitu akrab disapa, merupakan anak sepasang suami istri yang bekerja sebagai office boy (OB) di kantor KUP Pojur di Jalan Diponegoro Nomor 100 Sumenep. Kesehariannya memang bertugas bersih-bersih.
Ayah Zaki bernama Yudi Hartono Soelasno mengaku tidak jarang mendapatkan ejekan dari orang-orang, bahkan dinilai lucu karena orang tidak mampu secara materi, ikut tes menjadi polisi.
“Panjang ceritanya mas, banyak orang yang mengejek karena saya meminta anak saya ikut tes seleksi menjadi polisi, tetapi saya tidak peduli,” kata dia kepada Kabar Madura.
Tetapi dia tetap optimis, dengan meminta doa-doa dari teman-temannya. Optimismenya kuat karena dia juga meyakini bahwa setiap usaha, ikhtiar, dan doa pasti mendapat hasil yang terbaik.
Yudi juga mengaku tidak mudah, selain persoalan mental yang cukup, dia menyampaikan harus memutar otak untuk menemukan solusi di setiap personal, terutama ketika harus mengikuti tes yang bekal dan mobilisasinya saja tidak murah.
“Saya pernah pinjam Rp10 juta ke kantor mas, untuk bayar saya minta langsung potong gaji, itu tidak mudah bagi kami,” imbuhnya.
Yudi saat ini bersyukur, meski tidak sempat membalas ocehan orang-orang yang menilainya lucu, karena anak tertua dari tiga bersaudara itu bisa lolos menjadi bagian dari jajaran Polri.
“Kalau dihitung secara akal, tidak mampu mas, anak saya yang paling muda sudah SD, yang kedua mondok, maka ini butuh perjuangan bagi kami sekeluarga,” pungkasnya.
Redaktur: Wawan A. Husna





