Program Kampung KB Sumenep Kesulitan Naik Level Berkelanjutan

News168 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Pembentukan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) hingga saat ini meningkat drastis, dari semula 67 kampung, saat ini bertambah sebanyak 144 hingga mencapai 211 kampung KB. 

Meski demikian, tidak banyak yang masuk level berkelanjutan. Saat ini hanya didominasi level dasar dan berkembang. (Selengkapnya lihat grafik).

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep Agus Mulyono melalui Fungsional Pengendalian Penduduk Ahmaniyah mengatakan, hingga saat ini, level kampung KB yang masuk pada tingkatan berkelanjutan masih 1, yakni di Kecamatan Ganding. Sementara untuk level mandiri, masih ada 3, yakni di Kecamatan Pragaan, Ganding dan Kecamatan Saronggi. 

“Saat ini masih banyak kampung KB yang dasar dan berkembang,” katanya, Kamis (2/11/2023).

Menurutnya, sangat sulit untuk mencapai level mandiri dan level berkelanjutan, padahal sudah dilakukan pendampingan pada setiap kampung KB. Harapannya, pihak desa perlu juga mendorong, agar kampung KB menjadi level yang tertinggi.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Dia menegaskan, pada akhir tahun 2023, paling tidak sudah ada yang meningkat, yakni dari level dasar ke tingkat bekembang, dari berkembang ke mandiri, bahkan hingga mencapai level berkelanjutan. 

Diketahui, pembentukan kampung KB Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas. Khusus di Sumenep, dalam pembentukan Kampung KB terdiri dari beberapa kriteria, yang selanjutnya ditetapkan berdasarkan SK bupati Sumenep tentang penetapan wilayah Kampung KB. Tujuannya, untuk menunjang keberhasilan program Kampung KB dalam tingkat desa yang berada di Kabupaten Sumenep, serta untuk kesinambungan peran masyarakat sebagai kekuatan penggerak pembangunan dan keluarga. 

Sementara itu, anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Sami’oeddin mengatakan, meningkatnya pembentukan kampung KB di Kota Keris perlu diseriusi agar semuanya mencapai tingkatan yang mandiri ataupun berkelanjutan. Solusinya, perlu adanya upaya yang intens dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk melakukan pendampingan dan bimbingan. 

“Hal ini tentu menjadi evaluasi bagi organisasi perangkat daerah (OPD) terkait,” ucap politisi PKB itu. 

Pewarta: Imam Mahdi 

Redaktur: Wawan A. Husna

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *