Anggaran Terbatas, DPUPR Pamekasan hanya Mampu Tangani 2 Persen Jalan Rusak di 2026

Berita98 views

KABAR MADURA | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan mengakui keterbatasan anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan pada tahun 2026. Total anggaran yang tersedia hanya sekitar Rp26 miliar, diperkirakan hanya mampu memperbaiki 2 persen jalan rusak.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Pamekasan Trigunawan menjelaskan, sumber anggaran itu berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) sekitar Rp6 miliar lebih, sementara sisanya bersumber dari dana alokasi umum (DAU) anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Menurutnya, ketersediaan anggaran itu tidak sebanding dengan kondisi riil di lapangan. Hingga saat ini, total panjang ruas jalan rusak di Pamekasan mencapai sekitar 750 kilometer. Jika perbaikan jalan diasumsikan membutuhkan anggaran Rp3 miliar per kilometer, maka total dana yang diperlukan mencapai sekitar Rp2,25 triliun.

“Tahun 2026 ini anggaran yang tersedia mencapai sekitar 26 miliar, tapi yang pasti saat ini dana DBHCHT sekitar 6 M lebih dan tinggal di berkoordinasi dengan kejaksaan. Dan sisanya berasal dari APBD. Jadi, anggaran kita ini sangat minim, jika dibandingkan dengan ruas jalan yang rusak sekitar 750 km,” jelas Trigunawan, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga:  Persiapan Matang, Laskar Sape Kerrab Optimistis Amankan Poin Kandang

Trigunawan juga mengungkapkan, jalan dengan tingkat kerusakan berat tersebar hampir di seluruh kecamatan, baik wilayah selatan, tengah, maupun utara Pamekasan. Namun, kerusakan paling parah berada di wilayah utara, yakni Kecamatan Waru, Batumarmar, dan Pasean.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Oleh karena itu, kami mempunyai skala prioritas dengan melihat panjang jalan dan kondisi rusak berat, karena kami memperbaiki di semua wilayah dengan melihat skala prioritas tadi,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjutnya, untuk jalan dengan kerusakan ringan hingga sedang, pihaknya melakukan penanganan sementara berupa tambal sulam secara berkala agar tetap bisa dilalui masyarakat.

“Untuk kerusakan kecil tidak parah, dilakukan tambal sulam,” imbuhnya.

Dengan keterbatasan anggaran yang ada, DPUPR Pamekasan memperkirakan pada tahun 2026 hanya mampu menyelesaikan sekitar 2 persen dari total kerusakan jalan. Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk bersabar sembari terus berupaya mencari solusi tambahan.

Baca Juga:  Tambang Ilegal Pamekasan Dideadline Urus Izin hingga Desember 2026

Seorang warga asal Kecamatan Waru, Abd. Wahid menyampaikan, kerusakan jalan di wilayah Pantura tergolong berat, terutama di Kecamatan Batumarmar, dan hingga kini belum ada perbaikan.

“Kalau di Waru tidak terlalu parah, tapi kalau di Kecamatan Batumarmar itu sudah sangat parah,” tuturnya.

Hal senada  juga disampaikan Muhder, warga Jalan Stadion Pamekasan. Dia menyebut, banyak ruas jalan di kota yang berlubang dengan cekungan cukup dalam sehingga membahayakan pengendara. Meski demikian, dia mengaku sudah ada pihak yang melakukan survei terhadap kondisi jalan tersebut.

“Banyak yang berlubang dan cukup parah. Tapi kemarin sudah di survei dan di foto,” ungkapnya. (km95/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *