KABARMADURA.ID | Menjadi juara 1 dalam GenRe Choice Award 6.0 se-Kabupaten Sumenep tahun 2023 yang diraih Ayu Rosalinda bukan didapat dengan mudah, dia harus menyiapkannya dengan usaha yang cukup keras.
IMAM MAHDI, SUMENEP
Sebelumnya, gadis kelahiran Sumenep, 30 September 2006 ini sudah menorehkan banyak prestasi, juara 4 lomba baca puisi se-Madura pada tahun 2022, peraih medali perunggu olimpiade agama Islam tingkat nasional pada 2022. Peraih medali perak olimpiade aqidah akhlak tingkat nasional pada 2022.
Pada tahun 2023 ini, dia menjadi peserta terbaik dalam sekolah kepemimpinan se-Madura, Kemudian menjadi peserta terbaik duta genre atau Genre Choice Award 6.0.
Ayu menceritakan, sebelum menjadi duta terbaik di Kabupaten Sumenep, dia awalnya bergabung di Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Matahari SMA Muhammadiyah 1 Sumenep. Sebenarnya, ada dua impiannya, yakni menjadi anggota paskibraka dan ketua IPM, tapi gagal.
Kegagalan itu justru membuatnya kian termotivasi. Gadis dari Kepulauan Kangean itu yakin bahwa kedatangannya ke Sumenep tidak boleh sia-sia. Kemduain dia mengikuti pemilihan lomba genre Kabupaten Sumenep tahun 2023.
“Pada waktu saya ikut lomba itu, alhamdulillah menjadi juara,” katanya, Kamis (23/11/2023).
Sebelum mengikuti lomba, dia sempatkan untuk belajar dan belajar memahami materi-materi genre dan selalu berusaha menampilkan yang terbaik. Menurutnya, yang paling penting adalah selalu menjaga kesehatan dan minta restu kedua orang tua dan berdo’a kepada Allah agar dipermudah jalannya.
“Sebenarnya target saya sudah masuk 3 besar. itu sudah bersyukur, tapi ternyata Allah menitipkan amanah ini kepada saya sehingga saya menjadi juara 1 duta genre Kabupaten Sumenep 2023,” bebernya.
Atas prestasi itu, dia dipercaya oleh gurunya untuk membimbing adik kelasnya agar ilmunya bermanfaat dan dapat membahagiakan guru serta kedua orang tuanya. Kepercayaan itu dia tanamkan dan dijalankan dengan baik.
“Atas prestasi ini, saya juga dipercaya guru untuk mendidik adik kelas saya, sehingga saya harus banyak belajar lagi,” paparnya.
Redaktur: Wawan A. Husna





