Bedah Peran Korporasi dan Media dalam Kemajuan Pembangunan, AJP Gelar Sarasehan Literasi Media

News70 views

KABAR MADURA | Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) menggelar Sarasehan Literasi Media di Ballroom Hotel Azana Style, Kamis (19/12/2024). Kegiatan yang menghadirkan 15 narasumber itu bertujuan untuk membedah peran korporasi dan media dalam kemajuan pembangunan di Kota Gerbang Salam.

Ketua AJP M. Khairul Umam mengatakan, pada dasarnya korporasi memiliki peran yang cukup vital dalam mengawal pembangunan di Pamekasan. Pasalnya, bisa membantu dalam pertumbuhan ekonomi ataupun  infrastruktur daerah.

“Pemberitaan dari media juga sangat penting dalam mengawal pembangunan. Kami ingin menjelaskan kepada publik bahwa korporasi memiliki peran vital dalam membangun Pamekasan serta mempengaruhi kebijakan pemerintah,” terang Irul, sapaan akrabnya, Kamis (19/12/2024).

Kegiatan yang bertema “Peran Korporasi dan Media Terhadap Pembangunan Pamekasan” tersebut, lanjut Irul, bermula dari keresahan publik, utamanya mengenai dampak dari pertumbuhan investasi dan perekonomian masyarakat.

“Sarasehan itu juga membedah berbagai kebijakan yang merangsang pertumbuhan ekonomi di Pamekasan,” tambahnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Sementara itu, Pj Bupati Pamekasan Masukin menuturkan, realisasi pembangunan Pamekasan diperlukan adanya sinergitas antarpihak, baik dari media, pengusaha, pemerintah, dan lainnya. Dengan begitu, pembangunan bisa optimal.

Lebih lanjut, tambahnya, korporasi di pemkab sudah ada forum corporate social responsibility (CSR). Hal itu sebagai bentuk konkrit kerjasama pemkab dengan pengusaha dalam menyediakan investasi yang transparan.

“Di pamekasan sudah banyak investor. Tinggal bagaimana pemkab dan masyarakat menyiapkan lahan-lahan yang akan diisi,” jelas Masrukin.

Senentara itu, Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur berharap, APBD CSR bisa terlaksana di Bumi Ratu Pamelingan. Sebab dengan demikian, pembangunan dan kesejahteraan Pamekasan lebih optimal di berbagai sektor, baik dengan adanya beasiswa, bantuan rumah kumuh, dan lainnya.

“Lebih dari 50 persen masyarakat kita itu tidak butuh APBD, karena perputaran uang di Pamekasan dalam satu tahun itu sudah melebihi APBD,” tutupnya. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *