KABAR MADURA | Menjalankan ibadah puasa hukumnya wajib. Namun, terdapat beberapa kondisi dan situasi yang mengharuskan seseorang berhenti untuk puasa.
Bagi sebagian orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu mendapatkan kelonggaran dalam melaksanakan kewajiban berpuasa.
Orang sakit yang memaksakan diri untuk berpuasa harus memperhatikan beberapa hal. Pasalnya, apabila terlalu memaksakan diri, kondisinya akan semakin parah.
Ada beberapa tanda yang perlu diketahui, kapan kamu harus membatalkan puasa bagi orang memiliki penyakit tertentu.
Berikut tanda-tanda kamu harus membatalkan puasa:
- Kelelahan mental atau kelesuan
Puasa bisa menyebabkan gejala keto-flu ringan, dalam hal ini termasuk rasa lelah sementara. Kemudian berpotensi timbul gejala kelelahan ekstrem, perubahan suasana hati, dan kabut otak yang terus-menerus merupakan bagian dari klinis kekurangan nutrisi.
- Hipoglikemia
Kasus ini disebabkan oleh kadar gula darah yang sangat rendah. Sehingga bisa menyebabkan sakit kepala, peningkatan detak jantung, pusing, mual. Hipoglikemia ini bisa berbahaya terhadap orang dengan riwayat diabetes tipe 1 dan 2.
- Dehidrasi
Dehidrasi karena puasa biasanya ringan dan tidak berbahaya. Sayangnya, untuk ibu hamil, dehidrasi dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan penurunan cairan ketuban.
- Malnutrisi
Malnutrisi biasanya terjadi pada orang yang mengalami gangguan makan. Apabila kehilangan kalori ekstrem selama puasa, bisa menyebabkan komplikasi kesehatan lainnya.
- Detak jantung tidak teratur dan nyeri dada
Puasa tidak berdampak negatif terhadap orang yang kondisi jantungnya stabil. Namun, bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, utamanya bagi pasien yang bermasalah pada kesehatan jantungnya.
- Heartburn
Heartburn biasanya dialami oleh penderita asam lambung. Asan yang yang menumpuk karena tidak ada makanan dalam perut, bisa menyebabkan nyeri ulu hati dan refluks asam.
(nur)





