Berikut Tanda-Tanda Kamu Harus Berhenti Puasa

News64 views

KABAR MADURA | Menjalankan ibadah puasa hukumnya wajib. Namun, terdapat beberapa kondisi dan situasi yang mengharuskan seseorang berhenti untuk puasa. 

Bagi sebagian orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu mendapatkan kelonggaran dalam melaksanakan kewajiban berpuasa. 

Orang sakit yang memaksakan diri untuk berpuasa harus memperhatikan beberapa hal. Pasalnya, apabila terlalu memaksakan diri, kondisinya akan semakin parah. 

Ada beberapa tanda yang perlu diketahui, kapan kamu harus membatalkan puasa bagi orang memiliki penyakit tertentu. 

Berikut tanda-tanda kamu harus membatalkan puasa: 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046
  • Kelelahan mental atau kelesuan
Baca Juga:  Strategi Memaksa untuk Mengingat melalui Takbir Kolektif: Refleksi Kultural IBS PKMKK dalam Menumbuhkan Kesadaran Spiritual

Puasa bisa menyebabkan gejala keto-flu ringan, dalam hal ini termasuk rasa lelah sementara. Kemudian berpotensi timbul gejala kelelahan ekstrem, perubahan suasana hati, dan kabut otak yang terus-menerus merupakan bagian dari klinis kekurangan nutrisi. 

  • Hipoglikemia 

Kasus ini disebabkan oleh kadar gula darah yang sangat rendah. Sehingga bisa menyebabkan sakit kepala, peningkatan detak jantung, pusing, mual. Hipoglikemia ini bisa berbahaya terhadap orang dengan riwayat diabetes tipe 1 dan 2. 

  • Dehidrasi 

Dehidrasi karena puasa biasanya ringan dan tidak berbahaya. Sayangnya, untuk ibu hamil, dehidrasi dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan penurunan cairan ketuban. 

  • Malnutrisi
Baca Juga:  Strategi Memaksa untuk Mengingat melalui Takbir Kolektif: Refleksi Kultural IBS PKMKK dalam Menumbuhkan Kesadaran Spiritual

Malnutrisi biasanya terjadi pada orang yang mengalami gangguan makan. Apabila kehilangan kalori ekstrem selama puasa, bisa menyebabkan komplikasi kesehatan lainnya. 

  • Detak jantung tidak teratur dan nyeri dada 

Puasa tidak berdampak negatif terhadap orang yang kondisi jantungnya stabil. Namun, bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, utamanya bagi pasien yang bermasalah pada kesehatan jantungnya. 

  • Heartburn

Heartburn biasanya dialami oleh penderita asam lambung. Asan yang yang menumpuk karena tidak ada makanan dalam perut, bisa menyebabkan nyeri ulu  hati dan refluks asam. 

(nur) 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *