RSUD Smart Pamekasan Berhasil Pasang Ring Jantung Perdana pada Pasien Berusia 65 Tahun

Berita, Kesehatan184 views

KABAR MADURA | Rumah Sakit Umum Daerah Slamet Martodirdjo (RSUD Smart) Pamekasan launching Instalasi Pelayanan Jantung dan Vaskular Terpadu (IPJVT), Rabu (12/2/2025).

Layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) yang baru satu bulan dilaunching itu telah berhasil melakukan pemasangan ring jantung perdana di Madura.

Dokter Spesialis Jantung RSUD Smart dr. Vitriyaturrida mengatakan, pasien yang menderita serangan jantung bisa segera mendapatkan penanganan melalui layanan tersebut tanpa harus ke Surabaya.

“Pasien pertama pemasangan ring berusia 65 tahun. Prosedur pemasangannya kurang lebih 15 sampai 30 menit. Alhamdulillah, keesokan harinya pasien itu bisa pulang. Bahkan waktu kontrol satu minggu setelahnya tidak ada keluhan,” terangnya, Rabu, (19/3/2025). 

Baca Juga:  Puasa Sehat bagi Penderita Mag, Ini Penjelasan Direktur RSUD Smart Pamekasan 

Pihaknya bersyukur karena bisa melakukan pemasangan ring perdana dengan menggunakan metode IKP (intervensi koroner perkutan/dibawah kulit) tanpa melalui pembedahan dengan lancar. 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Vitri berharap, layanan IPJVT bisa bermanfaat untuk semua masyarakat. Sebab, Pamekasan menjadi rumah sakit rujukan yg ditunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bagi kabupaten lainnya di Madura. 

“Cath Lab ini adalah kateterisasi jantung, dimana kita bisa melakukan diagnostik dan terapeutik pada pasien serangan jantung dan stroke akut dengan minimal invasif/tanpa pembedahan, “ tambahnya. 

Baca Juga:  Deteksi Kanker Serviks sejak Dini, RSUD Smart Pamekasan Dorong Pemeriksaan HPV DNA

Sayangnya, saat ini layanan cath lab tersebut belum bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat luas. Pasalnya, saat ini belum terkaver dalam BPJS Kesehatan. 

“Layanan ini membutuhkan support dari pemangku jabatan daerah, bupati atau ketua DPRD agar bisa dikaver BPJS pusat, sehingga kebermanfaatannya dirasakan oleh masyarakat luas. Karena memang untuk biayanya, paling murah Rp50 juta. Jadi ini agak berat juga untuk pasien umum,” tukasnya. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *