KABARMADURA.ID | SUMENEP-Selain sejarah tentang Kota Tua Kalianget, perayaan Hari Jadi (Harjad) Sumenep ke-754 juga disemarakkan kegiatan sosial. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dan istri tercinta Nia Kurnia Fauzi menyantuni 754 anak yatim. Tujuannya untuk menggambarkan bahwa raja-raja terdahulu terkenal dermawan.
Kegiatan ini sebagai pembuka acara Harjad Sumenep ke-754 di Kota Tua Kalianget. Dalam pelaksanaannya, bupati didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Refleksi santunan anak yatim merupakan kebiasaan para raja terdahulu yang memiliki sikap dermawan dan selalu peduli terhadap rakyat.
“Anak yatim juga paling disenangi Rasulullah SAW baginda nabi kita. Jadi sudah sepantasnya kegiatan ini masuk agenda pada Harjad Sumenep ke-754 tahun ini,” ujar Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo kepada Kabar Madura.
Sosok politikus yang gambarnya saat ini banyak terpangpang di angkutan umum antar provinsi menuturkan, santunan terhadap 754 anak yatim sesuai dengan Harjad Sumenep ke-754 merupakan ungkapan rasa syukur terhadap para raja terdahulu yang dermawan.
“Tujuannya agar masyarakat Sumenep semakin sejahtera,” tuturnya.
Selain itu, santunan anak yatim merupakan kegiatan rutin yang direalisasikan di berbagai daerah wilayah Sumenep. Meski tanpa kehadiran orang nomor satu di daerah yang identik dengan slogan Kota Keris, kegiatan santunan anak yatim tetap terealisasi setiap bulan.
Sekedar diketahui, parayaan Harjad Sumenep ke-754 dikemas dengan berbagai macam kegiatan budaya. Masing-masing, Tari Kolosal, Penobatan Arya Wiraraja, Dhammong Kreasi, Topeng Dalang, Saronen, Jaran Serek, Kirab 7 Desa, Kirab Masyarakat Umum, Tong-Tong Serek, 7 Kereta Kencana dan Kirab organisasi perangkat daerah (OPD) beserta camat.
“Mudah-mudahan ke depan masyarakat Sumenep semakin sejahtera dan pembangunan juga semakin maju,” harapnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Totok Iswanto





