KABARMADURA.ID | Faiz El Muttaqin Hidayat berhasil meraih sejumlah juara tahfidz Al-Qur’ an, baik dari tingkat kabupaten hingga nasional. Siswa MTsN 2 Sumenep ini ini sudah tiga kali menorehkan prestasi gemilang di bidang tahfidzulquran, yakni, juara 2 se-Kabupaten Sumenep, juara harapan 1 se-Indonesia, dan juara 1 se-Madura.
IMAM MAHDI, SUMENEP
Pelajar yang saat ini berusia 14 tahun itu awalnya hanya menghafal Al-Qur’ an untuk mengisi waktu luang, namun terus menghafal hingga 1 juz. Karena semakin merasa senang, lalu menghafal hingga 6 juz (29, 30, 1, 2, 3, 4).
Seiring berjalannya waktu, remaja kelahiran Sumenep, 18 Mei 2009 ini mengikuti lomba tahfidz juz 30. DIa berhasil meraih juara 2 di lomba tingkat kabupaten yang digelar di Pesantren Al Azhar tersebut.
Dia pun termotivasi dan pantang menyerah. Kemudian mengikuti lomba tahfidz di Bilqis Center Indonesia Jakarta. Dalam lomba yang diadakan pada tahun 2021 lalu itu, Faiz berhasil meraih juara harapan 1.
Atas kegigihannya, ketika ada lomba terus mengikutinya, meski kadang tidak juara. Akhirnya pada 2023 ini dia meraih juara 1 lomba tahfidz juz 1,2,3 tingkat Madura di MAN 1 Pamekasan.
“Saya belajar rutin dua jam setiap setelah isya, setelah subuh, dan setiap sore selalu di-murojaah,” katanya, Kamis (16/11/2023).
Siswa MTsN 2 Sumenep ini pertama kali menghafal Al Quran diajak ustaz Fauzi, pengajar di Masjid Al Hannan Perum Agung Residence Babbalan (ARB) Batuan, Sumenep. Awalnya hanya menghafal biasa, namun sedikit demi sedikit hingga sampai 1 juz. Sejak itu dia terus termotivasi menghafal Al Quran, kini sudah menghafal sampai 6 juz.
“Saya juga termotivasi dari kedua orang tua saya yakni Firmansyah Hidayat dan Ika Sariyanti,” bebernya.
Dia mengakui, pembinaan secara talaqqi layaknya santri menyetorkan hafalannya kepada musyrif tasmik-nya. Dilaksanakan secara berkala, dalam sepekan dua kali pembinaan. Terkadang teknik pembinaan dengan sambung ayat dan ditanyakan surat apa, sehingga menjadi hafalannya mutqin.
“Saya juga dibina oleh guru di MTsN 2 Sumenep, Taufiq Hidayaturrohman,” ucap Faiz.
Dia bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikannya atas yang diraihnya. Faiz saat ini terus melanjutkan hafalannya, bukan untuk juara semata, melainkan untuk memperjuangkan agama Islam.
“Al-Quran menjadi obat penenang hati bagi saya, oleh karena itu saya terus menghafal,” pungkasnya.
Redaktur: Wawan A. Husna





