Cerita Faiz El-Muttaqin, Awalnya Menghafal Al-Quran untuk Isi Waktu Luang, Kini Langganan Juara

News256 views

KABARMADURA.ID | Faiz El Muttaqin Hidayat berhasil meraih sejumlah juara tahfidz Al-Qur’ an, baik dari tingkat kabupaten hingga nasional. Siswa MTsN 2 Sumenep ini ini sudah tiga kali menorehkan prestasi gemilang di bidang tahfidzulquran, yakni, juara 2 se-Kabupaten Sumenep, juara harapan 1 se-Indonesia, dan juara 1 se-Madura.

IMAM MAHDI, SUMENEP

Pelajar yang saat ini berusia 14 tahun itu awalnya hanya menghafal Al-Qur’ an untuk  mengisi waktu luang, namun terus menghafal hingga 1 juz. Karena semakin merasa senang, lalu menghafal hingga 6 juz (29, 30, 1, 2, 3, 4).

Seiring berjalannya waktu, remaja kelahiran Sumenep, 18 Mei 2009 ini mengikuti lomba tahfidz juz 30. DIa berhasil meraih juara 2 di lomba tingkat kabupaten yang digelar di Pesantren Al Azhar tersebut.

Dia pun termotivasi dan pantang menyerah. Kemudian mengikuti lomba tahfidz di Bilqis Center Indonesia Jakarta. Dalam lomba yang diadakan pada tahun 2021 lalu itu, Faiz berhasil meraih juara harapan 1.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Atas kegigihannya, ketika ada lomba terus mengikutinya, meski kadang tidak juara. Akhirnya  pada  2023 ini dia meraih juara 1 lomba tahfidz juz 1,2,3 tingkat Madura  di MAN 1 Pamekasan.

“Saya belajar rutin dua jam setiap setelah isya, setelah subuh, dan setiap sore selalu di-murojaah,” katanya, Kamis (16/11/2023).

Siswa MTsN 2 Sumenep ini pertama kali menghafal Al Quran diajak ustaz Fauzi, pengajar di Masjid Al Hannan Perum Agung Residence Babbalan (ARB) Batuan, Sumenep. Awalnya hanya menghafal  biasa, namun sedikit demi sedikit hingga sampai 1 juz. Sejak itu dia terus termotivasi  menghafal Al Quran, kini sudah menghafal sampai 6 juz.

“Saya juga termotivasi dari kedua orang tua saya yakni Firmansyah Hidayat dan Ika Sariyanti,” bebernya.

Dia mengakui, pembinaan secara talaqqi layaknya santri menyetorkan hafalannya kepada musyrif tasmik-nya. Dilaksanakan secara berkala, dalam sepekan dua kali pembinaan. Terkadang teknik pembinaan dengan sambung ayat dan ditanyakan surat apa, sehingga menjadi hafalannya mutqin.

“Saya juga dibina oleh guru di MTsN 2 Sumenep, Taufiq Hidayaturrohman,” ucap Faiz.

Dia bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikannya atas yang diraihnya. Faiz saat ini terus melanjutkan hafalannya, bukan untuk juara semata, melainkan untuk memperjuangkan agama Islam.

“Al-Quran menjadi obat penenang hati bagi saya, oleh karena itu saya terus menghafal,” pungkasnya.

Redaktur: Wawan A. Husna

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *