KABAR MADURA | Soul of Madura menjadi julukan kekinian untuk Kabupaten Sumenep. Tagline itu tak pernah lepas dari Kota Sumenep yang memiliki beragam budaya, tradisi, dan kekayaan alam yang melimpah.
Selain dikenal dengan ragam wisata apik, bumi Sumekar tersebut juga terkenal dengan kota kerisnya yang ikonik. Maka tak heran bila Sumenep diakui oleh UNESCO sebagai Kota Keris.
Pengrajin keris di Sumenep cukup menjamur keberadaannya. Bahkan, menjadi penghasil keris terbesar di Indonesia hingga kini.
Keberadaan keris di Sumenep bermula sejak abad ke-13 atau pada masa kerajaan Pangeran Adipoday. Sepeninggalnya Adipoday tidak menjadikan keris di Sumenep redup. Kelestarian keris dilanjutkan oleh putranya, Pangeran Joko Tole.
Seiring berkembangnya waktu, keris tidak hanya dijadikan sebagai alat perang. Namun, ia berkembang ke dunia industri dengan ragam kegunaan, baik sebagai pusaka ataupun hanya sebagai koleksi.
Terdapat tujuh jenis keris Sumenep yang sangat populer, yakni keris luk 3, luk 5, luk 7, luk 9, luk 11, luk 13, dan luk 15. Masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda-berbeda. (nur)





