Pemkab Sumenep Luncurkan Program Desa Cantik 2026, Dorong Desa Berbasis Data

Pemerintahan57 views

KABARR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menunjukkan langkah progresif dalam mendorong pembangunan desa yang modern dan berdaya saing melalui pencanangan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026.

Program tersebut menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan tata kelola desa berbasis data yang akurat, terarah, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Momentum ini tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi titik awal penguatan kolaborasi lintas sektor dalam membangun kesadaran akan pentingnya literasi statistik di tingkat desa.

Pemerintah daerah bersama BPS tampil solid, menghadirkan komitmen kuat untuk menciptakan sistem data desa yang profesional, terstandar, dan akuntabel.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim menegaskan bahwa data adalah kunci utama kemajuan pembangunan. Ia menilai, kehadiran data yang valid dan mutakhir akan menjadi penentu arah kebijakan yang tepat sasaran.

“Data yang akurat adalah kompas pembangunan. Dengan data, kita tidak lagi berjalan dalam ketidakpastian, tetapi melangkah dengan arah yang jelas dan terukur,” tegasnya penuh optimisme.

Tak hanya itu, KH. Imam juga menunjukkan kepedulian terhadap tantangan yang dihadapi desa, mulai dari keterbatasan SDM hingga sistem pengelolaan data. Namun, ia melihat hal tersebut sebagai peluang untuk terus berbenah dan berkembang.

Melalui program Desa Cantik 2026, Pemkab Sumenep menggandeng berbagai perangkat daerah strategis seperti DPMD, Disdukcapil, Bappeda, hingga Diskominfo. Sinergi ini menjadi kekuatan besar dalam memastikan desa mampu mengelola data secara optimal dan berkelanjutan.

Sebagai langkah awal yang visioner, tiga desa dipilih sebagai lokus binaan, yakni Desa Ketawang Karay, Bata’al Timur, dan Billapora Barat. Ketiganya diproyeksikan menjadi role model desa berbasis data yang inspiratif dan dapat direplikasi ke seluruh wilayah Sumenep.

Baca Juga:  Kecamatan Proppo Masuk Zona Merah Rawan Narkoba, Bupati Pamekasan Siapkan Skema Pencegahan

Lebih jauh, KH. Imam Hasyim menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya terletak pada ketersediaan data, tetapi juga bagaimana data tersebut dimanfaatkan dalam setiap pengambilan keputusan.

“Kami ingin desa naik kelas. Tidak lagi berbasis asumsi, tetapi berbasis data. Inilah kunci agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dengan semangat transformasi ini, Desa Cantik 2026 menjadi tonggak penting menuju desa yang mandiri secara statistik, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan mampu bersaing di era pembangunan modern.

Pemkab Sumenep pun optimistis, program ini akan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak desa, membawa dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan data yang kuat, masa depan desa akan semakin cerah,” pungkasnya. (ara/waw)

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *