KABAR MADURA | Selain identik dengan perayaan Hari Raya Idulfitri, bulan Syawal juga dikenal dengan waktu yang baik untuk melangsungkan pernikahan. Pasalnya, masyarakat percaya terdapat beberapa keistimewaan di bulan Syawal.
Menikah di bulan Syawal diyakini bisa membawa kebahagiaan dan keberkahan bagi pasangan suami istri, salah satunya adalah mendapat pahala menikah.
Menikah di bulan Syawal ini juga dicontohkan oleh Rasulullah. Nabi Muhammad menikahi istrinya, Sayyidah Aisyah pada bulan Syawal.
Berikut keutamaan menikah di bulan Syawal:
- Mengikuti jejak Rasulullah
Dalam Hadits Riwayat At-timidzi menjelaskan, bahwa Nabi Muhammad menikahi Sayyidah Aisyah di bulan Syawal.
- Menghilangkan kesyirikan
Pada masa Jahiliyah, bulan Syawal dianggap sebagai bulan sial. Pada sebuah Hadits Riwayat Ahmad dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 429 disebutkan:
“Thiyarah (anggapan sial terhadap sesuai) adalah kesyirikan. Dan tidak ada seorangpun di antara kita melainkan (pernah melakukannya), hanya saja Allah akan menghilangkannya dengan sikap tawakal.”
Dengan menikahi Sayyidah Aisyah di bulan Syawal, Rasulullah menghilangkan kesyirikan tersebut.
- Pahala dilipatgandakan
Menikah di bulan Syawal diyakini akan membawa kebahagiaan dan keberkahan bagi pasangan suami istri. Salah satunya pahala amal saleh dilipatgandakan, termasuk pahala menikah.
- Waktu penuh berkah
Bulan Syawal juga diyakini sebagai waktu penuh berkah. Sebab di bulan ini terdapat peristiwa istimewa. Salah satunya, perayaan Idulfitri yang menjadi ajang silaturahmi.
Kendati demikian, dalam Islam pada dasarnya semua bulan adalah bulan baik. Sehingga, meski melangsungkan pernikahan di luar bulan Syawal tidak ada larangan. (nur)





