KABAR MADURA | Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep Agustiono Sulasno melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Heru Faizal mengungkapkan, program pengembangan produk olahan berbahan dasar ikan bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) berupa pelatihan di 2025 ditiadakan.
“Para pelaku UMKM hanya diberikan pembinaan saja. Kalau terkait pelatihan, seperti tahun sebelum tidak ada,” katanya.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, kata Heru, terdapat 20 pelaku UMKM diikutsertakan dalam pelatihan terkait peningkatan kualitas produk, peningkatan kualitas pengemasan (packaging) serta tentang perizinannya dapat difasilitasi.
Ditiadakannya program pelatihan tersebut dikarenakan keterbatasan anggaran. Kendati demikian, pihaknya masih akan berupaya agar para pelaku UMKM dapat mendapatkan pembinaan, paling tidak bagaimana produk mereka dapat dipasarkan dengan baik.
“Para pelaku UMKM di Sumenep diharapkan mampu bergerak secara mandiri ya,” ujarnya.
Heru berharap, pada APBD perubahan 2025, pihaknya dapat jatah anggaran, sehingga dapat melakukan pelatihan sebagaimana tahun lalu.
Sementara itu, pelaku UMKM Farida asal Lobuk mengatakan bahwa produk olahan ikan di Kota Keris masih belum dapat dipasarkan secara nasional. Kendalanya, karena kemasannya tidak bagus, seperti keripik ikan, batagor serta pentol yang bahannya dari ikan.
“Kami harap, pemerintah dapat membantu agar kualitasnya bagus, yakni dengan bantuan ikan dan lainnya. Semoga kegiatan pelatihan itu ada lagi, serta ada bantuan alatnya dan bahan-bahannya. Ini, tentu menjadi harapan kami ke depannya,” ucap dia. (imd/din)





