KABAR MADURA | Layanan perpustakaan daerah di Pamekasan diharapkan tidak hanya beroperasi pada hari kerja saja, tetapi juga bisa diakses pada akhir pekan.
Harapan itu salah satunya disampaikan oleh mahasiswa UIN Madura, Elisa. Dia menilai, membuka layanan perpustakaan di akhir pekan akan memberi kesempatan lebih leluasa kepada pengunjung, baik pelajar maupun masyarakat umum.
“Biasanya kalau pelajar seperti mahasiswa, kalau hari aktif mereka masuk. Jadi terkadang mereka cenderung tidak memiliki waktu, karena terbatas,” ujarnya kepada Kabar Madura, Selasa (16/9/2025).
Pendapat senada juga diungkapkan Rizal Ramli. Menurutnya, layanan perpustakaan di akhir pekan justru bisa menjadi indikator meningkatnya tingkat gemar membaca (TGM) di Kota Gerbang Salam.
“Ketika perpustakaan dijadikan ruang publik, sangat memungkinkan nantinya perpustakaan menjadi tempat family time ketika weekend dengan kegiatan produktif,” tuturnya.
Sementara itu, Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Pamekasan Qusyairi mengungkapkan, layanan perpustakaan di akhir pekan sebenarnya pernah direalisasikan sebelum pandemi Covid-19. Namun, sejak pandemi, jam kerja disesuaikan.
Qusairi tidak menampik bahwa permintaan layanan akhir pekan kembali bermunculan. Sayangnya, aspirasi itu belum bisa dipenuhi.
Dirinya tidak mengetahui secara pasti alasan belum terpenuhinya aspirasi tersebut, meski dia menduga keterbatasan SDM menjadi salah satu faktor, mengingat banyak pegawai yang sudah purna tugas.
“Selebihnya itu tergantung dari pemangku kebijakan keputusannya gimana,” tutupnya. (nur/zul)





