KABAR MADURA | Kemenangan 3-1 Borneo FC atas Madura United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Minggu (5/4/2026), meninggalkan kesan emosional bagi Fabio Lefundes.
Meski datang sebagai lawan dan berhasil mencuri poin penuh, pelatih asal Brasil itu tidak bisa menyembunyikan rasa simpatinya terhadap kondisi mantan klub asuhannya yang kini sedang terpuruk.
Bagi Fabio, Madura United memiliki tempat spesial karena menjadi pelabuhan pertamanya di sepak bola Indonesia.
Dia tercatat menahkodai Laskar Sape Kerrab selama hampir dua musim, tepatnya sejak November 2021 hingga Maret 2023. Kedekatan batin inilah yang membuatnya tetap memberikan dukungan moral kepada Madura United.
“Semoga Madura bisa kembali perform. Madura ada dalam hati saya. Mereka adalah klub pertama saya di Indonesia. Semoga bisa keluar dari situasi sulit,” ucapnya.
Situasi yang dihadapi Madura United sangat sulit. Kekalahan dari Borneo FC memperpanjang tren negatif mereka belum pernah meraih kemenangan dalam 11 pertandingan terakhir. Kondisi ini membuatnya tertahan di zona degradasi dengan koleksi 20 poin.
Sementara Pesut Etam justru sedang berada dalam jalur perebutan gelar juara dan terus menempel ketat Persib Bandung di puncak klasemen dengan selisih hanya empat poin.
Perbedaan nasib yang mencolok ini mengingatkan kembali pada masa kepemimpinan Fabio di Madura. Pada musim perdananya, dia membawa Madura United finis di peringkat ke-9. Pada musim berikutnya, akhirnya memutuskan mundur setelah rentetan hasil buruk di putaran kedua. (nur/zul)






