KABAR MADURA | Kebijakan efisiensi anggaran cukup berdampak bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang. Akibatnya, banyak program yang terpaksa dihentikan akibat kurangnya anggaran, salah satunya kegiatan pengawasan pada makan dan minum (Mamin) menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri yang tidak maksimal.
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang Abdulloh Najich mengatakan, biasanya pada momentum jelang lebaran, pihaknya melakukan pemeriksaan rutin setiap tahun bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Timur dan Diskopindag Sampang.
Namun, akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran, sampai hari ini pihaknya masih belum bisa memastikan agenda pemeriksaan dan pengawasan mamin tersebut bisa digelar atau tidak.
“Saya masih belum dapat laporan dari teman-teman, apakah tahun ini akan digelar, karena untuk mendatangkan BPOM ada nominal yang harus kami siapkan,” katanya, Selasa (25/3/2025).
Mengenai nominal anggaran yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut, Nadjih terkesan enggan menyampaikan secara detail. “Sekitar puluhan juta, lah,” singkatnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang Nurul Hayati mengatakan, meskipun tidak ada anggaran, pihaknya mengaku tetap turun ke lapangan untuk mengecek kelayakan barang dagangan untuk dikonsumsi oleh konsumen atau masyarakat, terlebih jelang Hari Raya Idulfitri.
“Pada 17 Maret kemarin kami turun sendiri. Kami menemukan banyak barang yang sudah kadaluarsa di Indomaret yang masih diperjualbelikan, tidak ada koordinasi dengan Dinkes setempat,” ujarnya. (km91/sub/din)





