KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis (Bimtek) aplikasi pelaporan stunting, Selasa (8/7/2025) di Hotel Cahaya Berlian.
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan kepala organisasi perangkat daerah (OPD), 13 camat, dan 14 OPD yang menangani stunting.
Mereka dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama melibatkan OPD terkait yang menangani stunting. Pada sesi kedua, diikuti beberapa OPD dan perwakilan 21 Puskesmas serta penyuluh keluarga berencana Pamekasan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pamekasan Munapik menyampaikan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi wahana meningkatkan kualitas pelaporan stunting melalui sistem yang tersedia.
Kata Munapik, tertibnya administrasi pelaporan menjadi bagian penting dalam mengukur secara berkala. Yakni, terhadap kinerja berbagai pihak untuk bisa gerak cepat dalam menekan stunting.
“Kerja keras dan kerja cerdas diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dan memperoleh keberhasilan optimal,” paparnya.
Ditegaskannya, sinergitas dan kerja sama adalah kunci utama untuk menekan angka stunting. Kerja sama yang baik berbagai elemen menjadi bagian yang signifikan untuk bisa menekan angka stunting.
“Pemerintah telah berupaya menekan stunting dari hulu yang dilakukan kepada calon pengantin melalui pendamping keluar, melaksanakan kegiatan advokasi program bangga kencana, dan beberapa langkah strategis lainnya,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, keterlibatan warga Pamekasan selain yang aktif di pemerintah sangat penting untuk terus disinergikan, karena penekanan stunting perlu gotong-royong berbagai pihak, supaya penekanan angkanya bisa terus terealisasi dengan maksimal demi masa depan generasi penerus Pamekasan.
“Jadi keberhasilan pencapaian apa pun juga bisa dibuktikan dengan pelaporan yang baik, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan validasinya,” imbuhnya. (rul/nam)





