KABAR MADURA | Isu beras oplosan mulai mencuat ke publik setelah Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengungkap dugaan praktik pengoplosan beras premium oleh sejumlah produsen. Praktik curang ini diduga dilakukan dengan mencampur beras kualitas rendah dengan kemasan beras premium, sehingga menipu konsumen dari segi mutu dan harga.
Langkah tegas dari Satgas Pangan dilakukan untuk melindungi konsumen sekaligus menjaga stabilitas pasar pangan nasional. Saat ini, proses penyelidikan dan pengumpulan bukti tengah berlangsung. Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi bahan pokok, terutama dalam situasi ekonomi yang sedang menantang.
Beberapa merek populer, seperti Sania, Alfamidi Setra Pulen, dan Ayana, saat ini berada dalam sorotan. Pasalnya, sejumlah merek itu diduga menjual beras campuran berkualitas rendah dalam kemasan berlabel premium.
Bahkan, praktik merugikan itu juga menyeret produsen ternama yang telah dipanggil oleh Satgas Pangan untuk dimintai keterangan awal pada Kamis, 10 Juli 2025 lalu. Produsen yang dimaksud, Wilmar Group, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Belitang Panen Raya (BPR), dan PT Sentosa Utama Lestari.
Praktik itu tentunya menyalahi perlindungan konsumen dan keamanan pangan nasional. Selain itu, juga berpotensi merugikan finansial konsumen.
Berikut daftar 26 merek beras premium yang diselidiki oleh Satgas Pangan:
- Sania
- Sovia
- Fortune
- Siip
- Alfamidi Setra Pulen
- Beras Premium Setra Ramos
- Beras Pulen Wangi
- Food Station
- Ramos Premium
- Setra Pulen
- Setra Ramos
- Raja Platinum
- Raja Ultima
- Larisst
- Leezaat
- Topi Koki
- Elephas Maximus
- Slyp Hummer
- Ayana
- Dua Koki
- Beras Subur Jaya
- Raja Udang
- Kakak Adik
- Pandan Wangi BMW Citra
- Kepala Pandan Wangi
- Medium Pandan Wangi
(nur)





