KABAR MADURA | Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Cabang Sumenep tak ingin sekadar meluluskan atlet dari ujian kenaikan tingkat. Organisasi bela diri ini memilih cara berbeda: menggiring 180 karateka menjalani Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Semester II Tahun 2025 di atas pasir Pantai Slopeng.
Bukan sekadar seremoni pengukuhan, latihan di alam terbuka itu menjadi simbol keseriusan INKAI dalam membangun fondasi fisik dan mental atlet sejak dini.
Ketua INKAI Sumenep, Abd. Jamik, menegaskan bahwa pembinaan tidak boleh stagnan. Metode latihan harus terus berkembang agar atlet terbiasa menghadapi tekanan dan kondisi tak terduga.
“Ini bukan hanya ujian kenaikan sabuk. Ini bagian dari pembentukan karakter dan kesiapan bertanding,” tegasnya.
Menurut Jamik, berlatih di atas pasir bukan perkara mudah. Setiap langkah terasa lebih berat, setiap kuda-kuda diuji keseimbangannya. Namun justru dari situ kekuatan otot, daya tahan, dan fokus mental ditempa.
“Kalau di pasir saja mereka bisa stabil dan kuat, maka di arena pertandingan mereka harus lebih siap,” ujarnya.
Dia menekankan, tantangan ke depan semakin kompetitif. Kejuaraan tingkat daerah hingga nasional menuntut atlet yang tidak hanya piawai secara teknik, tetapi juga memiliki mental tangguh dan disiplin tinggi.
Dia juga mengatakan, paguyubannya ingin mencetak karateka yang bukan sekadar peserta lomba, melainkan petarung yang siap membawa nama daerah ke level lebih tinggi.
“Kami tidak ingin atlet setengah matang. Ketika dikirim ke kejuaraan, mereka harus benar-benar siap,” tandasnya. (ara/waw)





