KABAR MADURA | Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Pamekasan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 dengan menggelar kegiatan di Masjid Agung Asy-Syuhada, Jumat (22/5/2026).
Peringatan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama, ulama Pamekasan, hingga jajaran Polres Pamekasan. Tahun ini, Muslimat NU mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, Meneduhkan Peradaban”.
Ketua PC Muslimat NU Pamekasan, Nyai Hj. Mafrudah Zain, mengatakan tema tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga tradisi organisasi sekaligus memperkuat solidaritas antarwarga Nahdliyin.
“Tema tersebut merupakan tema yang mana membuat kita semakin mempererat sebuah ikatan dan bersilaturahmi sesama organisasi NU,” ujarnya.
Ia menyebut usia 80 tahun menjadi perjalanan panjang yang penuh perjuangan bagi kaum perempuan di lingkungan Muslimat NU.
“Menjadi momentum yang sangat bersejarah bagi kita semua. Muslimat telah mencapai usia 80 tahun. Delapan dekade bukan waktu yang singkat. Ini adalah bukti keteguhan, keikhlasan, dan perjuangan tiada henti para pejuang perempuan Muslimat NU,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pamekasan turut memberikan sambutan melalui Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Munapik. Ia menekankan pentingnya membangun peradaban melalui pendidikan dan penguatan tradisi.
“Merawat tradisi, membangun peradaban, yang mana merawat tradisi, menguatkan kemandirian, dan menentukan sebuah peradaban,” katanya.
Munapik juga menyinggung rencana pembangunan sekolah dan pondok pesantren NU pada 2026 mendatang. Menurutnya, lembaga pendidikan tersebut disiapkan sebagai ruang pendidikan yang aman dan terjangkau bagi generasi muda.
Ia mengajak masyarakat untuk mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada sekolah dan pesantren NU, terlebih di tengah maraknya persoalan sosial yang melibatkan anak muda.
“Sekolah NU dan pesantren NU ini dibangun khusus yang mana nantinya tidak akan dipungut biaya, yang secara jelas gratis. Jadi jika nantinya para penerus anak muda ingin masuk pesantren, sekolahkan dia di sekolah NU,” tutupnya. (km96/waw)





