KABAR MADURA | Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) merasa kecewa dengan Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Sampang yang mereka nilai sejauh ini tidak melakukan pembinaan terhadap semua atlet pencak silat.
“Kami sangat kecewa terhadap sikap KONI yang menutup mata terhadap atlet pencak silat, terlebih lagi di tahun ini kami tidak dilibatkan dalam ajang Porprov Jawa Timur, ” Kata Sekretaris IPSI Muhammad Sayful Arif, Rabu (9/7/2025).
Sayful menuturkan, selain tidak ada pembinaan dari KONI, segala kegiatan anggota IPSI semuanya menggunakan dana pribadi anggota.
Menurutnya, sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan pihak KONI, di antaranya untuk membahas IPSI Cup sebagai ajang seleksi atlet yang akan dikirim ke Porprov. Namun, KONI enggan terbuka, kapan proses seleksi dan akhir pendaftaran pada ajang tingkat provinsi itu.
“Intinya kami menuntut adanya evaluasi total. KONI Sampang jangan hanya asal comot atlet, karena semuanya harus melalui pembinaan. Tidak mungkin target sepuluh besar akan tercapai kalau prosesnya tidak benar,” terangnya.
Sayful menegaskan, jika tidak mau berbenah, IPSI terpaksa akan melakukan evaluasi terhadap KONI Sampang.
“Di Sampang ada 16 perguruan pencak silat dan setidaknya per perguruan ada 100 anggota, bisa dibayangkan kalau mereka turun ke jalan semua,” pungkasnya.
Sementara Ketua KONI Sampang H Wasik membantah tudingan IPSI. Dia menyebut, tidak benar kalau dikatakan KONI mendiskriminasi atlet pencak silat.
Menurutnya, KONI Sampang sudah memberikan ruang terhadap IPSI untuk ikut andil dalam pendaftaran, tapi prosesnya tidak diselesaikan sampai akhir.
“Kami mengakui ada kekurangan, dan kami sampaikan permohonan maaf. Perlu dipahami bahwa sebetulnya kami hanya sebagai fasilitator, keputusan akhir ada di KONI Jatim. Kami berjanji pencak silat akan mendapatkan ruang di porprov di tahun mendatang,” pungkasnya. (yan/din)





