KABAR MADURA | Masyarakat Pamekasan dihebohkan dengan beredarnya isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disebut-sebut akan terjadi pada Rabu, 1 April 2026. Informasi tersebut dengan cepat menyebar dan memicu beragam reaksi di tengah masyarakat.
Isu kenaikan BBM ini ramai diperbincangkan oleh berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, para pekerja, hingga anak muda. Bahkan, sebagian warga mulai menyiasati kemungkinan itu dengan berencana menggunakan sepeda atau berjalan kaki ke tempat kerja demi menghemat pengeluaran.
Salah satu warga Pamekasan, Halimah, mengaku resah dengan kabar tersebut. Dia khawatir kenaikan harga BBM akan berdampak langsung pada kondisi ekonomi keluarganya, terutama pada biaya kebutuhan sehari-hari.
“Ini saya mau kembali ke zaman dulu. Kalau mau masak nasi harus mengumpulkan kayu bakar dulu. Lain lagi dengan uang bensin suami saya ketika bekerja, mana belanja bulanannya bertambah, ini ditambah uang bensin naik,” keluhnya, Selasa (31/3/2026).
Berbeda dengan Halimah, warga lainnya, Tutik, justru tidak mempercayai isu tersebut. Dia menilai penting untuk mencari informasi yang jelas dan akurat, terlebih di era digital saat ini.
“Saya sudah jelaskan kepada anak saya, kalau isu itu tidak benar. BBM itu tidak naik, saya sudah lihat di berita, itu hoaks,” tegasnya.
Perbedaan pandangan ini sempat memicu perdebatan di tengah masyarakat. Sebagian warga memilih untuk langsung mempercayai kabar tersebut, sementara lainnya bersikap lebih skeptis.
Sementara itu, warga Pamekasan lainnya, Maruk, memilih bersikap santai dan menunggu kepastian dari pemerintah terkait isu tersebut.
“Tidak usah heboh, kita tunggu besok saja, kalau tidak naik, alhamdulillah. Kalau naik ya sudah terima saja,” paparnya.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Tabri, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait kenaikan harga BBM. Dia menegaskan, pemerintah pusat belum menetapkan kebijakan tersebut.
“Sepertinya pemerintah pusat belum menetapkan dan kemungkinan juga belum,” tutur politisi Partai Demokrat itu. (km96/zul)





