KABAR MADURA | Apa pun agamanya, seorang jurnalis harus tetap berpijak pada objektivitas dalam menjalankan tugasnya. Keberpihakannya hanya pada data yang jadi pondasi dalam pemberitaan.
Demikian penegasan Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) Mohammad Khairul Umam, saat menjadi pembicara dalam Talk Show yang digelar Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Madura, Rabu (30/4/2025).
“Dalam konteks apa pun agama seorang jurnalis, ketika berhubungan dengan liputan agama, maka harus tetap objektif. Misal yang dipersoalkan berkaitan dengan agamanya, jurnalis tetap harus berpijak pada data,” tegas pemuda yang akrab disapa Irul itu.
Toleransi atau kebhinekaan dari sisi profesi jurnalis, tambah Redaktur Kabar Madura itu, adalah lebih kepada objektivitas.
Guna meraih objektivitas, tegas Irul, salah satunya ialah melakukan reportase dengan menjunjung tinggi cover both side, yaitu memberikan ruang yang sama kepada pihak-pihak terlibat atau terkait dengan pemberitaan.
Poin lainnya, Dosen IAIN Madura dan STAIFA Sumber Gayam itu menegaskan bahwa mahasiswa sebagai regenerasi jurnalis, jangan takut terhadap apa pun.
“Meskipun dalam penugasan berkenaan dengan konflik dan lain sebagainya, itu bagian dari risiko dalam profesi jurnalis,” tegas warga Kertagena Daya, Kadur, Pamekasan itu.
Irul juga menyampaikan agar mahasiswa semangat dalam berkarya, terutama memahami bahwa jurnalis merupakan profesi mulia dan menjadi profesi idaman. (rul/nam)





