KABAR MADURA | Jumlah kasus campak di Sampang mengalami lonjakan signifikan hanya dalam dua pekan terakhir. Data Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang mencatat, pada 27 Agustus 2025 terdapat 433 kasus, namun per 8 September 2025 meningkat sekitar 200 kasus, sehingga total mencapai 653 kasus suspek campak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes KB Sampang Samsul Hidayat, melalui staf Surveilans Imunisasi P2P Esti Utami menjelaskan, penyebaran kasus campak tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, melainkan sudah menjangkau 14 kecamatan dengan angka penularan harian relatif tinggi.
“Pada awal September ini, kasus suspek campak sudah mencapai 653 kasus. Meningkat signifikan selama beberapa waktu terakhir,” ujarnya, Rabu (10/9/2025).
Menurutnya, tiga kecamatan yang menjadi penyumbang tertinggi kasus campak adalah Kecamatan Camplong, Omben, dan Tanjung. Ketiga wilayah itu mencatat angka penularan paling cepat dibandingkan kecamatan lain.
Meski jumlah kasus cukup tinggi, Esti Utami menegaskan, upaya pemantauan ketat sudah dilakukan. Puskesmas dan fasilitas kesehatan desa dilibatkan untuk memantau serta melaporkan perkembangan kasus secara rutin.
“Yang menjadi penyebab utama lonjakan kasus campak ini karena rendahnya cakupan imunisasi,” ulasnya.
Dia juga memaparkan, capaian imunisasi Measles Rubella (MR) pada tahun 2024 hanya sekitar 69 persen. Kondisi itu menyebabkan banyak anak tidak terlindungi dari campak.
Campak sendiri merupakan penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi. Namun, jika dibiarkan, maka penyakit ini bisa sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak dengan daya tahan tubuh lemah.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menunda imunisasi. Campak ini bisa dicegah dengan imunisasi,” tukasnya. (sub/din)





