Kasus Campak di Sampang Melonjak Jadi 653 dalam Dua Pekan

Kesehatan, Berita145 views

KABAR MADURA | Jumlah kasus campak di Sampang mengalami lonjakan signifikan hanya dalam dua pekan terakhir. Data Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang mencatat, pada 27 Agustus 2025 terdapat 433 kasus, namun per 8 September 2025 meningkat sekitar 200 kasus, sehingga total mencapai 653 kasus suspek campak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes KB Sampang Samsul Hidayat, melalui staf Surveilans Imunisasi P2P Esti Utami menjelaskan, penyebaran kasus campak tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, melainkan sudah menjangkau 14 kecamatan dengan angka penularan harian relatif tinggi.

“Pada awal September ini, kasus suspek campak sudah mencapai 653 kasus. Meningkat signifikan selama beberapa waktu terakhir,” ujarnya, Rabu (10/9/2025).

Baca Juga:  Pelayanan KB Sampang Tembus 147 Persen, Dinkes dan IBI Keliling Faskes

Menurutnya, tiga kecamatan yang menjadi penyumbang tertinggi kasus campak adalah Kecamatan Camplong, Omben, dan Tanjung. Ketiga wilayah itu mencatat angka penularan paling cepat dibandingkan kecamatan lain.

Meski jumlah kasus cukup tinggi, Esti Utami menegaskan, upaya pemantauan ketat sudah dilakukan. Puskesmas dan fasilitas kesehatan desa dilibatkan untuk memantau serta melaporkan perkembangan kasus secara rutin.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Yang menjadi penyebab utama lonjakan kasus campak ini karena rendahnya cakupan imunisasi,” ulasnya.

Baca Juga:  RSUDMA Sumenep Perkuat Pelayanan Kesehatan Lewat Sinergi Program JKN

Dia juga memaparkan, capaian imunisasi Measles Rubella (MR) pada tahun 2024 hanya sekitar 69 persen. Kondisi itu menyebabkan banyak anak tidak terlindungi dari campak.

Campak sendiri merupakan penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi. Namun, jika dibiarkan, maka penyakit ini bisa sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak dengan daya tahan tubuh lemah.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menunda imunisasi. Campak ini bisa dicegah dengan imunisasi,” tukasnya. (sub/din)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *