KABAR MADURA | Pemusatan latihan kabupaten (puslatkab) untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX pada Juli mendatang, diproyeksikan berlangsung selama lima bulan, Februari hingga Juni. Pelaksanaan Porprov akan berlangsung pada bulan Juli. Rencananya, puslatkab tahun 2025 ini akan dijadikan dua tahap.
Ketua Badan Penyelenggara (BP) Puslatkab Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan Arif Rahman mengatakan, pelaksanaan puslatkab tahap pertama akan diprioritaskan kepada atlet peraih medali di Porprov Jatim VIII 2023 lalu. Totalnya terdapat 48 atlet dari 15 cabang olahraga (cabor).
“Sebenarnya ada 55 atlet yang masuk tahap pertama ini. Tapi setelah diverifikasi ada beberapa yang tidak memenuhi persyaratan, salah satunya soal umur sudah melebihi dari batas maksimal. Selain itu, juga ada yang berhasil meraih juara di PON, jadi sudah tidak bisa turun di porprov,” terangnya, Minggu (19/1/20255).
Pada puskatkab tahap kedua adalah atlet yang diusulkan oleh masing-masing cabor. Pengusulan itu berdasarkan prestasi atlet, salah satunya mampu menjuarai di kejuaraan provinsi (kejurprov). Minimal, kata Arif, pihaknya pasang target 70 atlet tambahan di tahap kedua tersebut. Namun, hal itu bergantung dengan ketersediaan anggaran.
Disebutkan, untuk realisasi puslatkab saja, alokasi anggarannya Rp1 miliar. Rinciannya, pada tahap pertama dialokasikan Rp700 juta dengan peruntukan pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) latihan, transportasi atlet dan pelatih, vitamin, try out, dan lain sebagainya.
Sementara pada tahap kedua dialokasikan Rp300 juta, karena akan dimulai dari April atau Mei mendatang. Dia berharap, minimal Pamekasan berada di 20 besar.
“Sudah ada beberapa atlet yang diusulkan cabor. Tapi itu perlu verifikasi. Karena yang dikirim ke porprov itu adalah yang berpeluang menang,” tutupnya kepada Kabar Madura. (nur/waw)





